RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang kerap terjadi di tengah keramaian.
Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah gendam atau hipnotis, dimana pelaku mampu membuat korban kehilangan kesadaran dan menyerahkan harta benda mereka tanpa sadar.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengingatkan warga agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama di tempat-tempat umum seperti pasar, terminal, dan pusat perbelanjaan.
"Menjelang Lebaran, aktivitas masyarakat meningkat, dan ini menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Salah satu modus yang sering digunakan adalah gendam, di mana pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk menguras harta benda mereka," ujar AKBP Anggaito, Jumat (28/3/2025).
Para pelaku gendam biasanya memiliki cara halus dalam menjalankan aksinya. Mereka kerap mendekati korban dengan berbagai modus, seperti mengajak berbicara dengan nada yang menenangkan; menawarkan bantuan atau jasa tertentu; berpura-pura membutuhkan pertolongan agar korban merasa iba.
Dalam kondisi lengah, korban bisa kehilangan kesadaran sementara dan menyerahkan barang berharga seperti uang, perhiasan, atau ponsel tanpa menyadari apa yang terjadi.
Cara Menghindari Kejahatan Gendam
Agar tidak menjadi korban, Kapolres memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan oleh masyarakat:
1. Hindari Kontak Mata Berlebihan – Pelaku gendam sering menggunakan tatapan mata untuk mempengaruhi korban. Jika merasa ada yang mencurigakan, segera alihkan pandangan.
2. Jangan Mudah Percaya Orang Asing – Jika ada orang tak dikenal yang tiba-tiba mendekati dan mengajak berbicara dengan nada mencurigakan, segera tinggalkan lokasi.
3. Selalu Berada di Keramaian – Hindari berjalan sendirian di tempat sepi, terutama di area yang rawan tindak kejahatan.
4. Gunakan Akal Sehat dan Berdoa – Tetap waspada dan jangan mudah terpengaruh oleh bujukan yang tidak masuk akal. Selain itu, banyak korban gendam yang mengaku kehilangan kesadaran setelah diajak berbicara, sehingga berdoa dapat menjadi bentuk perlindungan diri.
5. Segera Lapor Jika Ada Hal Mencurigakan – Jika menemui seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan atau mengalami kejadian yang tidak wajar, segera laporkan ke polisi melalui layanan darurat 110 atau kantor polisi terdekat.
Untuk mengantisipasi maraknya tindak kejahatan menjelang Lebaran, Polres Sukoharjo telah meningkatkan patroli di pusat keramaian dan memperketat pengamanan di berbagai titik strategis.
Hal ini dilakukan untuk memastikan warga dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
"Kami terus berupaya memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. Namun, kami juga berharap warga tetap waspada dan tidak segan melapor jika melihat hal yang mencurigakan," tegas AKBP Anggaito.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian, diharapkan berbagai tindak kejahatan, termasuk modus gendam, dapat ditekan. Mari bersama-sama ciptakan Lebaran yang aman dan penuh kebahagiaan. (kwl)
Editor : Damianus Bram