Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bulog Serap 2.894 Ton Gabah di Sukoharjo, Lampaui Target Maret 2025 hingga Capai 200 Persen

Iwan Kawul • Rabu, 9 April 2025 | 23:41 WIB
Penyerapan gabah petani di Kabupaten Sukoharjo bakal dilakukan di sawah. Petani bisa langsung kontak Babinsa atau Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Penyerapan gabah petani di Kabupaten Sukoharjo bakal dilakukan di sawah. Petani bisa langsung kontak Babinsa atau Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

RADARSOLO.COM – Perum Bulog Cabang Surakarta mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah petani di Kabupaten Sukoharjo.

Hingga akhir Maret 2025, Bulog telah menyerap sebanyak 2.894 ton gabah, atau mencapai lebih dari 200 persen dari target penyerapan bulan Maret.

Pemimpin Bulog Cabang Surakarta, Nanang Harianto, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi aktif dengan Kodim 0726/Sukoharjo serta Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo.

“Kami bergerak cepat melakukan penyerapan gabah. Bulog Surakarta bersinergi dengan jajaran Kodim Sukoharjo dan Dinas Pertanian untuk mendukung percepatan program ketahanan pangan nasional,” ujar Nanang, Rabu (9/4/2025).

Menurut Nanang, penyerapan dilakukan melalui koordinasi langsung dengan Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing desa.

Petani cukup melapor ke Babinsa setempat yang kemudian meneruskan informasi ke tim Bulog.

Jenis gabah yang dibeli adalah Gabah Kering Panen (GKP) dengan kualitas baik dan siap angkut.

“Setelah laporan masuk, tim Bulog bersama Babinsa dan PPL akan mengecek langsung ke sawah. Jika sudah siap panen dan kualitas gabah memenuhi syarat, maka pembelian dijadwalkan langsung di lokasi,” jelasnya.

Bulog menetapkan harga pembelian GKP sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan pembayaran dilakukan di tempat usai penimbangan, baik secara tunai maupun transfer.

Nanang menegaskan bahwa serapan dilakukan setiap hari tanpa mengenal hari libur, bahkan sampai malam hari.

“Kemarin kami masih melakukan penyerapan hingga pukul 23.00. Ada sekitar 17 titik panen dan kami maksimalkan agar hasil panen bisa terserap seluruhnya,” ungkapnya.

Nanang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, khususnya jajaran TNI dan petugas lapangan dari dinas terkait.

Ia menilai dukungan dari Babinsa dan PPL sangat membantu, mengingat keterbatasan personel dari pihak Bulog.

“Kami siapkan armada, timbangan, hingga dana pembayarannya. Jadwal panen disusun setiap H-1 oleh Babinsa di masing-masing kecamatan agar proses serapan berjalan efisien dan tepat sasaran,” pungkasnya. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#tni #Babinsa #sukoharjo #petani #penyerapan gabah #bulog