RADARSOLO.COM – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sukoharjo relatif stabil pasca Idul Fitri 1446 H/2025.
Pemantauan yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Bekonang, Ir Soekarno Sukoharjo, Tawangsari, dan Kartasura menunjukkan sebagian besar harga pangan utama tetap terjaga.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, Iwan Setiono, menyebutkan bahwa harga beras premium dan medium masing-masing masih bertahan di kisaran Rp14.000/kg dan Rp13.000/kg.
“Stok beras di pasaran mencukupi, sehingga tidak terjadi lonjakan harga setelah Lebaran,” ujarnya saat ditemui, Senin (14/4/2025).
Selain beras, harga gula pasir juga tercatat stabil di angka Rp17.500/kg. Begitu pula dengan minyak goreng, baik jenis curah maupun kemasan premium, masing-masing bertahan di harga Rp18.000/kg dan Rp21.250/liter.
“Distribusi berjalan lancar dan stok minyak goreng di tingkat pedagang aman,” jelasnya.
Namun, Iwan mengakui adanya fluktuasi pada beberapa komoditas hewani. Harga daging sapi, khususnya jenis has dalam, masih di kisaran Rp150.000/kg.
Sedangkan daging ayam broiler tetap di Rp35.250/kg. Untuk telur ayam kampung, justru terjadi penurunan harga dari Rp57.000/kg menjadi Rp56.188/kg.
“Penurunan ini disebabkan meningkatnya pasokan setelah masa permintaan tinggi selama Lebaran,” kata Iwan.
Komoditas cabai masih menunjukkan harga tinggi. Cabai merah besar berada di harga Rp50.000/kg dan cabai rawit merah menyentuh Rp75.000/kg.
Menurut Iwan, faktor cuaca masih menjadi penyebab utama fluktuasi harga komoditas hortikultura ini.
“Produksi di sejumlah daerah masih terganggu cuaca ekstrem,” imbuhnya.
Sementara itu, harga bawang merah stabil di Rp40.000/kg, dan harga bawang putih impor (jenis KATING) justru mengalami penurunan menjadi Rp39.750/kg.
Adapun harga kebutuhan lain seperti susu bubuk dan tepung terigu cenderung stabil tanpa perubahan berarti. Pihak dinas memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar.
“Kami berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar stok tetap aman, terutama untuk komoditas yang rawan fluktuasi,” pungkas Iwan. (kwl)
Editor : Damianus Bram