RADARSOLO.COM – Jajaran Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang berujung satu korban tewas dan satu luka berat di Jalan Raya Solo-Baki, tepatnya di selatan Alfamart Gedangan, Kecamatan Grogol, Kamis (15/5) pukul 04.30. Dua pelaku berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, melalui Kasat Reskrim AKP Zaenudin menegaskan, peristiwa berujung satu tewas dan satu luka berat itu bukanlah tawuran. Melainkan duel antara dua kelompok remaja yang menamakan diri Santa Cruz dan Los Angeles.
“Ini duel, bukan tawuran. Ada dua kelompok, masing-masing sekira delapan orang. Duel ini mengakibatkan dua korban dari kelompok Santa Cruz. Satu meninggal dunia dan satu luka berat,” ungkap Zaenudin, Jumat (16/5).
Korban tewas yakni TDA, 20, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol. Ia mengalami luka bacok pada leher sebelah kiri dan meninggal di lokasi kejadian.
Kemudian korban luka berat yakni M, 17, pelajar asal Grogol. Mengalami luka serius di kedua tangan, termasuk dua jari putus. Polisi menyebut, duel dipicu saling tantang di media sosial Instagram yang berujung pertemuan kedua kelompok di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah dua pelaku sudah kami amankan. Masing-masing MKS, 22, warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo yang menyebabkan TDA meninggal dunia. Satunya lagi EBA, 21, warga Serengan, Solo yang menyebabkan korban M luka berat,” beber Zaenudin.
Polisi juga amankan sebilah senjata tajam (sajam) corbek (sejenis celurit panjang), yang diduga digunakan dalam duel itu.
“Duel 1 lawan 1 terjadi antara korban TDA dan pelaku MKS. Tapi yang datang lebih banyak. Setelah kejadian kelompok Los Angeles langsung kabur. Sementara kelompok Santa Cruz mengevakuasi korban ke rumah sakit,” urai Zaenudin.
Saat ini satreskrim masih melakukan pengembangan lebih lanjut, guna mendalami peran anggota kelompok lain dan asal-usul sajam yang digunakan. Guna mengantisipasi kejadian serupa, patroli dan kegiatan kring serse ditingkatkan.
“Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami mengimbau masyarakat, terutama anak muda untuk tidak mudah terprovokasi ajakan perkelahian di media sosial yang bisa berujung petaka,” tegas Zaenudin. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto