Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waspadai Penyelewengan, Pemkab Sukoharjo Sisir Pangkalan LPG 3 Kg dan Kios Pupuk Bersubsidi

Iwan Kawul • Rabu, 21 Mei 2025 | 00:26 WIB
Tim Pemkab Sukoharjo sisir kios pupuk bersubsidi dan pangkalan LGP 3 kg. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Tim Pemkab Sukoharjo sisir kios pupuk bersubsidi dan pangkalan LGP 3 kg. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Di tengah sorotan publik terhadap distribusi barang subsidi, tim lintas sektor dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo turun langsung menyisir wilayah Tawangsari, Selasa (20/5). Petugas mendatangi kios pupuk dan pangkalan LPG 3 kilogram satu per satu, mencatat alokasi, mengecek sistem transaksi, hingga berdialog dengan para pedagang.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan distribusi bahan pokok dan barang penting seperti pupuk dan LPG bersubsidi, demi memastikan tidak ada penyimpangan dan semua bantuan dari pemerintah sampai tepat ke tangan masyarakat yang berhak.

"Kami ingin memastikan subsidi pupuk dan LPG tersalurkan sesuai prosedur. Jangan sampai ada penyelewengan atau salah sasaran," ujar Kepala Diskopumdag Sukoharjo Iwan Setiono.

Pengawasan pupuk dilakukan di tiga kios pupuk lengkap (KPL) yang tersebar di Desa Pojok, Majasto, dan Ponowaren, Kecamatan Tawangsari. Tim menemukan bahwa distribusi telah berjalan sesuai alokasi, menggunakan sistem kartu tani dan mesin EDC BRI sebagai pengendali utama.

Sementara untuk LPG 3 kg, pengawasan dilakukan di tiga pangkalan di wilayah yang sama. Dari pengecekan di lapangan, diketahui bahwa pendistribusian telah memanfaatkan sistem verifikasi KTP elektronik, dengan harga yang masih sesuai ketentuan.

“Harga dari agen ke pangkalan Rp15.520 per tabung, dan dari pangkalan ke konsumen maksimal Rp18.000 per tabung. Semuanya sesuai HET dan tidak ditemukan penjualan di atas harga,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, stok LPG maupun pupuk dalam kondisi aman, tidak ada tanda-tanda kelangkaan, penimbunan, maupun praktik pengoplosan. Kegiatan ini, lanjut Iwan, adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga barang pokok, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap distribusi subsidi.

“Kami akan terus lakukan pemantauan rutin sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen serta menjamin efektivitas subsidi pemerintah,” ujarnya. (kwl/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#pupuk #distribusi #bersubsidi #lpg