Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Desa Di Sukoharjo Kembangkan Mangga Kiojay Yang Super Jumbo Dan Manis, Tiap Rumah Wajib Menanam: Target Jadi Destinasi Wisata Buah

Iwan Kawul • Rabu, 21 Mei 2025 | 17:33 WIB
Bibit pohon mangga kiojay mulai ditanam di rumah-rumah warga Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
Bibit pohon mangga kiojay mulai ditanam di rumah-rumah warga Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

RADARSOLO.COM – Mangga kiojay memiliki cita rasa manis, bahkan saat buahnya masih mentah. Tak hanya itu, varietas mangga asal Thailand ini juga dikenal akan ukurannya yang super jumbo. Sebiji mangga kiojay bobotnya bahkan bisa mencapai 2 kilogram (kg).

Mangga kiojay juga memiliki daging yang tebal dan legit. Saat sudah matang, buahnya sangat sedap dipandang mata dengan warna kuning kecoklatan. 

Selain itu, mangga kiojay juga kaya akan manfaat bagi kesehatan. Mengandung antioksidan tingggi, kaya vitamin C, vitamin A, dan serat.

Tak mengherankan daya tarik mangga kiojay bikin Pemerintah Desa (Pemdes) Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo kesengsem. Di sana mulai dikembangkan budi daya mangga kiojay.

Tercatat ribuan batang pohon mangga jenis kiojai yang dikenal memiliki nilai jual tinggi ditanam. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya menjadikan Desa Kemasan sebagai sentra buah mangga kiojai, sekaligus meningkatkan perekonomian warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Kemasan Agi Amarno mengatakan, program penanaman mangga kiojay menyasar setiap rumah warga.

“Satu rumah satu pohon mangga kiojay. Di desa kami ada 1.600 rumah dari total 2.400 KK (kepala keluarga) . Artinya, ada 1.600 batang pohon mangga yang kami tanam,” ujar Agi, Rabu (21/5).

Ia menjelaskan, mangga kiojay dipilih karena harga jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan varietas mangga lainnya. Buahnya besar dan rasanya juga manis.

Pemdes Kemasan berharap mangga ini tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata buah di masa mendatang.

“Harapannya nanti bisa menjadi magnet wisata buah. Warga bisa memetik sendiri dari kebun. Ini bisa menjadi potensi ekonomi baru bagi masyarakat Desa Kemasan,” lanjutnya.

Agi menambahkan, anggaran untuk pengadaan bibit pohon mangga tersebut berasal dari Dana Desa. Sebelumnya, Desa Kemasan juga sempat mencoba menanam alpukat melalui program CSR BUMN, namun hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga: Rekam KTP Di Sukoharjo Bisa Di Rumah, Ini Kriteria Warga Yang Berhak

“Pengalaman tanam alpukat sebelumnya kurang berhasil. Maka kali ini kami coba mangga kiojay, yang lebih adaptif dan bernilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Program ini disambut antusiasme tinggi oleh warga yang berharap panen mangga kiojai dalam beberapa tahun ke depan bisa membantu menambah penghasilan keluarga. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Desa wisata buah Sukoharjo #Desa kemasan polokarto #Desa kemasan Desa wisata buah #Sentra mangga kiojay di sukoharjo #Desa wisata buah kemasan polokarto #mangga kiojay