RADARSOLO.COM – Saat harga bahan bakar minyak (BBM) mahal, asa baru hadir dari Desa Gumpang, Kartasura, Sukoharjo. Warga Gumpang berhasil mengolah limbah plastik jadi BBM. Alhasil inovasi tersebut diganjar juara ketiga ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova).
Limbah biji plastik diolah menggunkan mesin pirolisis. Mesin ini mampu mengubah plastik jadi tiga jenis BBM.
“Pirolisis ini mampu mengubah biji plastik menjadi tiga produk BBM. Awalnya memang tujuannya BBM yang dihasilkan setara dengan solar premium. Tapi saat ini belum dilakukan uji kualitas dan oktannya,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto.
Saking kreatifnya, awal pekan ini Bupati Sukoharjo Etik Suryani, wakil bupati (wabup) Eko Sapto Purnomo, bersama Agus Suprapto menyempatkan berkunjung ke Gumpang. Agus mengklaim mesin ini berpotensi menjadi solusi pengolahan limbah plastik yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Agus berharap mesin ini segera didaftarkan hak cipta dan hak paten, sekaligus uji kualitas BBM. Sebagai upaya memberi perlindungan hukum, sekaligus membuka jalan untuk pemanfaatan lebih luas.
“Kalau sudah didaftarkan hak patennya, nanti bisa kami akomodasi atau dipakai untuk mengolah limbah plastik menjadi BBM. Tapi, plastik yang diproses harus bersih agar tidak menimbulkan pengotoran dalam proses pirolisis,” imbuhnya.
Terkait pengembangan mesin tersebut, Pemkab Sukoharjo membuka peluang untuk memperbanyak dan disalurkan ke desa-desa. Dengan catatan telah dilakukan penghitungan nilai ekonomisnya.
“Bisa saja dibeli Pemkab dan dibagikan ke desa-desa lain. Kemarin sudah kami dorong agar ada pelatihan lanjutan, termasuk memasukkan mesin ini ke e-katalog. Kalau sudah masuk, pengadaan lebih mudah karena sudah ada penyedianya,” beber Agus.
Inovasi ini menjadi bukti, bahwa kreativitas masyarakat bisa memberikan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan. Khususnya pengelolaan limbah plastik yang semakin mendesak. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto