RADARSOLO.COM – Selama Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menemukan kasus cacing hati pada 12 ekor hewan kurban. Temuan ini didapat dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan pada Jumat-Sabtu (67/6) di dua wilayah, yaitu Kecamatan Bendosari dan Sukoharjo.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Arif Rahmanto menyatakan, temuan tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap total 3.151 ekor hewan kurban yang terdiri dari 580 ekor sapi, 1.852 ekor kambing, dan 719 ekor domba.
“Temuan sementara terdapat 12 ekor hewan yang positif mengidap cacing hati, dan kami langsung melakukan tindakan pemisahan bagian hati yang terinfeksi agar tidak dikonsumsi,” kata Arif, Minggu (8/6).
Cacing hati merupakan parasit yang menyerang organ hati dan dapat membahayakan kesehatan manusia jika bagian yang terinfeksi dikonsumsi.
Oleh karena itu, dinas menegaskan pentingnya pemeriksaan ante-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih) pada hewan kurban.
Untuk memastikan keamanan daging kurban, Dinas menerjunkan tujuh tim pemeriksa kesehatan hewan yang tersebar di 12 kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. Pemeriksaan dilakukan di lokasi penyembelihan seperti masjid, mushola, dan sejumlah instansi.
Tim ini bekerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal.
Selain itu, langkah pencegahan telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk penyuluhan kepada peternak dan pedagang, serta pemberian obat cacing secara berkala.
“Ini menjadi peringatan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban sangat penting, agar daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi,” tegas Arif. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto