Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Batik Tulis Polokarto Kualitas Premium, Tembus Pasar Ibu Kota Jakarta: Dipesan Kementerian Hingga Instansi Lainnya

Iwan Kawul • Rabu, 11 Juni 2025 | 01:12 WIB
Kain batik produksi industri rumahan di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
Kain batik produksi industri rumahan di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

RADARSOLO.COM – Usaha batik tulis di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, terus menggeliat. Bahkan menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satunya sentra batik di Desa Jatisobo, yang kini menjadi penyuplai batik kualitas premium untuk pangsa pasar Jakarta.

Usaha ini salah satunya dikelola Endang, yang memiliki 50 pekerja. Menariknya, pekerja yang dilibatkan mayoritas warga sekitar. Belum termasuk puluhan warga lainnya yang mengerjakan batik dari rumah masing-masing.

“Semua bahan kami siapkan di sini, lalu dibawa pulang para pembatik untuk dikerjakan di rumah. Kami hanya melayani pesanan dari Jakarta. Ada dari kementerian dan berbagai instansi. Kami tidak menjual di pasar lokalan,” jelas Endang, Selasa (10/6).

Proses pengerjaan batik tulis memerlukan ketelatenan tinggi. Motif paling sederhana bisa diselesaikan dalam tiga hari. Sedangkan untuk motif dengan tingkat kerumitan tinggi, selembar kain bisa memakan waktu sebulan.

“Harga paling murah per lembar batik tulis mulai dari Rp 500.000. Ini tergantung kerumitan motif dan teknik pewarnaannya,” imbuhnya.

Camat Polokarto Heri Mulyadi menambahkan, usaha batik tulis merupakan potensi yang cukup menjanjikan. Tercatat lebih dari 20 usaha batik tersebar di Desa Godog, Wonorejo, dan Jatisobo.

“Usaha batik tulis di Polokarto banyak menyerap tenaga kerja lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, juga menjaga tradisi dan budaya batik tetap hidup,” ungkap Heri.

Ia menambahkan, selain batik, wilayah Polokarto juga dikenal sebagai sentra UMKM garmen. Kedua sektor ini menjadi penopang ekonomi masyarakat dan mampu bertahan di tengah gempuran produk pabrikan.

“Khusus batik tulis, ini masuk kategori batik kelas premium. Pasarnya jelas, yakni untuk kalangan menengah ke atas. Jadi meskipun prosesnya lama, nilainya tinggi dan sangat berharga,” pungkasnya. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
#perajin batik tulis polokarto #umkm batik tulis polokarto #sentra batik tulis polokarto #batik tulis polokarto sukoharjo