Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mimpi Sungai Bengawan Solo Bebas Limbah Etanol, Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik Dan Media Budi Daya Larva

Iwan Kawul • Jumat, 20 Juni 2025 | 00:31 WIB

 

Warga menjaring ikan di Sungai Samin dengan muara di Sungai Bengawan Solo usai tercemar limbah etanol di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, belum lama ini.
Warga menjaring ikan di Sungai Samin dengan muara di Sungai Bengawan Solo usai tercemar limbah etanol di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Sejumlah sungai di Kabupaten Sukoharjo sering tercemar limbah cair bioetanol alias badek, yang dihasilkan para perajin alkohol. Disebabkan belum optimalnya pengolahan limbah vinasse tersebut. Solusinya, sejumlah akademisi turun gunung memberi pelatihan pengolahan vinasse kepada para perajin alkohol.

Sebagai catatan, vinasse merupakan limbah cair hasil fermentasi produksi bioetanol dengan kandungan organik cukup tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berdampak buruk pada pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, pelatihan pengolahan vinasse menggandeng Tim Riset Grup Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Pelatihan digelar di ruang rapat Wijaya 2, Kantor Terpadu Menara Wijaya lantai 9.

Akademisi yang dilibatkan, yakni Dekan Sekolah Pascasarjana UNS Prof. Sajidan, Suranto, dan Komariah. Sasaran pelatihan yakni perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk para perajin alkohol dari Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

Dalam pemaparannya, perwakilan UNS menyebut vinasse mengandung kadar biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), dan total suspended solid (TSS) yang sangat tinggi. Sehingga berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan, terutama ke sungai.

Namun, vinasse juga bisa diolah menjadi pupuk organik, campuran media budi daya larva black soldier fly (BSF), hingga bahan dasar bioplastik. DLH bersama UNS sudah merancang pelatihan lanjutan, untuk memanfaatkan vinasse sebagai bahan pupuk organik dan media BSF.

“Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi solusi konkret terkait permasalahan limbah badek. Sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi perajin bioetanol,” jelas Agus.

Selain itu, DLH juga mendorong para pelaku usaha mikro bioetanol untuk mulai mengintegrasikan pendekatan ramah lingkungan dalam proses produksinya.

“Sehingga mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo,” imbuhnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Limbah Etanol di Sungai Bengawan Solo #dlh sukoharjo #pencemaran sungai bengawan solo #limbah etanol ciu kali samin sukoharjo