RADARSOLO.COM – Tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Sukoharjo dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB) 2025. Ketiganya yakni SMPN 3 Bendosari, SMPN 4 Nguter, dan SMPN 3 Bulu. Keputusan ini diambil menyusul anjloknya jumlah peminat yang mendaftar ke sekolah-sekolah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo membenarkan langkah tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (19/6).
Ia menyebutkan keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat, guru, pemerintah desa, hingga tokoh-tokoh lokal di sekitar sekolah.
“Setiap tahun sekolah-sekolah itu hanya mendapat tiga sampai empat siswa baru. Jarak antar sekolah yang berdekatan serta daya saing yang rendah menjadi penyebab utama,” ungkap Heru.
Menurutnya, banyak calon siswa dan orang tua yang memilih sekolah lain yang dianggap lebih unggul, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan. Akibatnya, tiga SMP tersebut kesulitan mempertahankan eksistensinya dari tahun ke tahun.
“Persaingan antar sekolah negeri semakin ketat. Ketiga sekolah ini kalah pamor, sehingga terus-menerus ditinggalkan. Kita tak bisa tutup mata terhadap realitas di lapangan,” lanjutnya.
sukoBaca Juga: Mimpi Sungai Bengawan Solo Bebas Limbah Etanol, Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik Dan Media Budi Daya Larva
Untuk tahun ini, disdikbud mengambil langkah tegas dengan tidak menyertakan ketiga sekolah tersebut dalam SPMB 2025. Heru menambahkan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan dilakukan regrouping atau penggabungan sekolah sebagai solusi jangka panjang.
“Regrouping sedang kami pertimbangkan. Tapi yang pasti, untuk tahun ajaran ini, ketiganya absen dari proses seleksi penerimaan peserta didik baru,” tandasnya.
Sementara itu, pelaksanaan SPMB untuk SMP negeri lainnya di Sukoharjo dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Juni. Pemerintah daerah berharap proses seleksi berjalan lancar dan mampu menampung seluruh calon siswa sesuai daya tampung yang tersedia. (kwl/bun)
Editor : fery ardi susanto