RADARSOLO.COM – Rangkaian Gerebeg Pakujoyo ke-5 di Taman Pakujoyo, Kecamatan Sukoharjo sudah bergulir sejak Sabtu (21/6). Sedangkan puncaknya akan digelar Jumat (27/6), bertepatan dengan 1 Muharam atau 1 Sura (kalender Jawa).
Camat Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, Grebeg Pakujoyo dimeriahkan sejumlah hiburan dan bazar setiap malam. Ini sudah menjadi agenda tahunan yang dinanti-nanti masyarakat.
Kemudian pada puncak acara, akan dimeriahkan dua agenda utama. Mulai dari Kirab Budaya pada pagi hari, serta sajian Orkes Melayu (OM) Lorenza pada siang usai salat Jumat.
“Kirab budaya akan melibatkan 43 bregodo dari berbagai elemen masyarakat. Seperti biasa, akan ada tiga gunungan yang diarak. Mulai dari gunungan sayuran, snack, dan uang. Rute kirab dimulai dari Taman Budaya Suryani, berputar, lalu finis di Taman Pakujoyo,” ungkap Danang, Selasa (24/6).
Sebelum diarak dalam kirab, ketiga gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu. Setelah tiba di Taman Pakujoyo, gunungan akan diperebutkan warga. Tradisi rebutan gunungan ini selalu menjadi momen yang paling dinanti.
“Terkait pengamanan, kami sudah berkoordinasi dengan jajaran TNI/Polri. Terutama saat momen rebutan gunungan. Nanti gunungan uang akan dibawa personel TNI/Polri untuk menjamin ketertiban,” imbuhnya.
Sementara itu, sebagian masyarakat percaya uang yang diperebutkan dari gunungan memiliki keberkahan.
“Ada yang uangnya tidak dibelanjakan. Mereka simpan di dompet sebagai simbol keberuntungan,” beber Danang.
Gerebeg Pakujoyo selain melestarikan tradisi budaya, juga untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui bazar dan pentas hiburan. Tahun ini, antusiasme warga sangat tinggi. Bukti bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas kultural di Kota Makmur. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto