RADARSOLO.COM – Kuota sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025 di SMPN 1 Sukoharjo terpenuhi. Namun, seorang calon murid baru (CMB) yang sebelumnya diterima, memilih mengundurkan diri. Sehingga jumlah murid baru kini tinggal 319 anak, dari kuota 320 anak yang disediakan.
Kepala SMPN 1 Sukoharjo Kris Budiono, CMB bersangkutan mengundurkan diri setelah pengumuman hasil seleksi. Orang tua CMB mengaku anaknya akan disekolahkan ke lembaga pendidikan berbasis religi.
Pihak sekolah sejatinya sudah menghubungi orang tua siswa tersebut, pada hari terakhir pendaftaran. Namun, keputusan tetap bulat untuk melanjutkan ke sekolah lain.
“Panitia sudah menghubungi yang bersangkutan, tapi mereka tetap memilih sekolah lain. Karena mundurnya setelah pengumuman, kami tidak bisa serta-merta mengisi kekosongan dari siswa lain yang sudah diterima di sekolah lain,” kata Kris, Senin (30/6).
Kris menambahkan, SPMB 2025 mengacu pada ketentuan yang melarang siswa diterima di dua sekolah sekaligus.
“Kami tidak bisa menerima siswa yang sudah diterima di sekolah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kris mengaku pengunduran diri satu CMB tidak memengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 1 Sukoharjo.
“Kalau tidak ada pendaftar tambahan dari siswa yang tidak diterima di mana pun, maka jumlah siswa baru tinggal 319 anak,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto