RADARSOLO.COM – Mayoritas desa/kelurahan di Kabupaten Sukoharjo sudah memiliki Komperasi Merah Putih (KMP). Hal ini ditegaskan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, usai serahkan akta notaris dan surat keputusan (SK) badan hukum KMP di Menara Wijaya lantai 10, Selasa (1/7). Pada kesempatan ini, Etik ingatkan pengurus koperasi agar berhati-hati dalam mengelola keuangan.
Etik berharap KMP jadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa. Selain itu, juga berperan sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian. Termasuk produk-produk unggulan dari masyarakat desa.
“KMP ini ujung tombak perekonomian desa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Saya ingin koperasi ini benar-benar mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ucap Etik.
Keberhasilan koperasi, menurut Etik, bergantung manajemen dan integritas para pengurusnya. Ia berpesan agar pengurus koperasi menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Tugas pengurus tidak ringan. Koperasi bisa berjalan baik atau tidak, itu tergantung pada pengurusnya. Kalau manajemennya baik, koperasi bisa berjalan lancar. Jangan pilih kasih, bantu masyarakat yang memang membutuhkan,” tegasnya.
KMP di setiap desa dan kelurahan, juga didorong agar menyesuaikan program kerja dengan potensi atau kondisi ekonomi setempat. Seperti komoditas pertanian, kerajinan, perikanan, hingga jasa lainnya.
Etik pasang target koperasi ini berkontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Makmur. Meskipun angka kemiskinan di bawah rata-rata provinsi maupun nasional. Etik berkomitmen tidak ada warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Harapan kami, KMP benar-benar mengentaskan kemiskinan. Saya ingin seluruh warga Sukoharjo makmur. Tidak ada yang miskin,” pintanya.
Sementara itu, di Sukoharjo sudah 167 desa/kelurahan yang mendirikan KMP. Etik mendorong agar seluruh koperasi segera beroperasi, setelah seluruh legalitas selesai.
“Setelah semua persyaratan selesai, segera dijalankan. Supaya manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Tapi saya ingatkan, hati-hati dalam pengelolaan. Ini mengelola dana yang tidak sedikit. Semua transaksi harus dicatat dan dibukukan dengan baik,” pesan Etik. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto