RADARSOLO.COM — Aksi pembacokan disertai pembakaran sepeda motor terjadi di ruas Jalan Raya Bale Padi Manang, Dukuh Gondang, Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat dini hari (4/7/2025) sekitar pukul 04.20 WIB.
Rombongan anggota organisasi persilatan Ranting Kartasura menjadi korban sekelompok orang tak dikenal.
Salah seorang saksi berinisial I, 22 warga Kelurahan Kartasura mengaku dia bersama sekitar sembilan rekannya dari organisasi persilatan Ranting Kartasura melakukan perjalanan pulang dari arah Polokarto menuju Kartasura.
Mereka mengendarai lima unit sepeda motor dan bergerak dalam formasi beriringan.
Namun, setibanya di lokasi kejadian, saksi berinisial A, 24 yang berada tidak jauh dari saksi I, menyaksikan I tiba-tiba dipukul dari belakang oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku diduga menggunakan stik sebagai alat pemukul.
Tindakan itu sontak memicu kepanikan. Rombongan pun terpencar. Dua sepeda motor, yakni Honda Beat dan Honda Scoopy merah, terjatuh di tengah jalan.
Sekelompok pelaku mendekati kedua motor tersebut. Tak berselang lama, kobaran api muncul dari dua motor yang jatuh, membakar keduanya hingga nyaris hangus.
Aksi brutal tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit berbeda.
Korban pertama, WH 44 warga Kelurahan Kartasura, mengalami luka sobek pada lutut kiri dan patah terbuka di punggung kaki kanan. Ia dirawat di RS Indriati Solo Baru.
MA, 20 warga Pucangan, Kartasura, mengalami luka gores pada lengan kanan akibat tersenggol dan terjatuh dari motor. Ia juga dirawat di RS Indriati.
ABP, 23 mahasiswa asal Kartasura, mengalami luka robek di pipi kanan sepanjang 5 cm dan luka dalam sedalam 1 cm, serta luka serupa di punggung kanan. Saat ini dirawat di RS UNS.
Korban terakhir adalah CKW, 23 mahasiswi asal Banjarsari, Surakarta, yang mengalami luka robek cukup dalam di atas pinggang bagian tengah.
Dia harus menerima tiga jahitan dalam dan lima jahitan luar. CKW kini dirawat di RS Yarsis.
Keterangan para saksi menyebutkan bahwa pelaku diduga berjumlah empat orang, mengendarai dua unit sepeda motor jenis Yamaha NMAX.
Mereka mengenakan celana jeans, sepatu, helm, dan penutup wajah, sehingga identitasnya tidak dapat dikenali secara langsung.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan mengumpulkan tim operasional Satreskrim Polres Sukoharjo guna melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden tersebut.
"Kami langsung mengumpulkan tim opsnal dari Satreskrim untuk menindaklanjuti dan menyelidiki kejadian tersebut. Langkah-langkah awal sudah kami ambil di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti serta keterangan dari para saksi," ungkap kapolres.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terkait, baik masyarakat umum maupun kelompok tertentu, agar menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian.
"Kami meminta semua pihak untuk tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri dan menyerahkan proses penyelidikan serta penegakan hukum kepada Polres Sukoharjo. Kami akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang terjadi," tegas AKBP Anggaito.
Polres Sukoharjo berkomitmen untuk menjaga kondusifitas wilayah dan menjamin rasa aman bagi seluruh warga masyarakat.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (kwl/adi)
Editor : Adi Pras