RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo langsung bergerak cepat menyikapi temuan kaca retak di lantai 10 Gedung Menara Wijaya. Retakan kecil tersebut diduga akibat cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Sukoharjo, termasuk hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo Tri Mulyo menegaskan, tidak menunggu lama untuk mengambil langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan keamanan bangunan.
"Begitu ada laporan, kami langsung menerjunkan tim ahli dan tim teknis untuk menelusuri dan mengevaluasi kondisi kaca tersebut. Retaknya hanya sekitar 2-3 milimeter. Bagian yang retak hanya panel kaca dengan panjang 30-60 cm. Memang masih tergolong aman, tapi tetap perlu ditindaklanjuti agar tidak melebar atau membahayakan," ujar Tri Mulyo saat dikonfirmasi, Selasa (8/7).
Menurutnya, retakan itu terjadi pada salah satu panel kaca bagian luar lantai 10. Meski tidak mengganggu struktur utama gedung maupun fungsi ruangan, namun temuan ini menjadi perhatian serius.
"Laporan ini penting bagi kami. Apalagi Menara Wijaya merupakan ikon pelayanan publik di Sukoharjo. Tidak boleh ada celah yang terabaikan," imbuhnya.
Tri Mulyo menambahkan, pemeriksaan dan pembersihan gedung sebenarnya sudah dilakukan secara berkala, minimal setiap 3 hingga 6 bulan dalam setahun, sesuai standar keamanan bangunan tinggi. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu membuat intensitas pengawasan akan ditingkatkan.
"Ini semata-mata untuk menjaga keselamatan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di dalam gedung," tandasnya.
Langkah perbaikan sementara sudah dilakukan untuk menstabilisasi kondisi kaca dan mencegah perambatan retakan. Gedung Menara Wijaya sendiri merupakan salah satu gedung tertinggi di Sukoharjo yang digunakan sebagai pusat layanan perkantoran terpadu. Dengan desain modern dan bertingkat tinggi, pengelolaan keamanan bangunan menjadi prioritas utama.
"Pengawasan akan terus kami lakukan bersama tim teknis, dan masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Tri Mulyo. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto