Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaim Irigasi Colo Lancar hingga Masa Tanam Ketiga, BBWSBS Jamin Tidak Ada Penutupan

Iwan Kawul • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:25 WIB

 

Ilustrasi sejumlah pemancing mencari ikan di DAM Colo, Selasa (8/7).
Ilustrasi sejumlah pemancing mencari ikan di DAM Colo, Selasa (8/7).

RADARSOLO.COM – Petani yang biasa memanfaatkan Daerah Irigasi (DI) Colo bisa bernapas lega. Pasokan air DI Colo dipastikan lancar higga masa tanam ketiga (MT III) tahun ini. Kabar tersebut sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) di gedung Graha Tirta Perum Jasa Tirta I, Selasa (8/7).

Rakor dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Perum Jasa Tirta I, dinas pertanian, dan dinas pekerjaan umum. Terutama dari Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Sragen, hingga Ngaw, Jawa Timur. Termasuk perwakilan para petani P3A dan GP3A.

Ketua GP3A Colo Timur Sarjanto mengapresiasi komitmen BBWSBS, yang memastikan irigasi lancar hingga MT III. “Kami mengapresiasi koordinasi dan komitmen seluruh pihak. Saat ini ketersediaan air sangat mencukupi sampai MT III,” ujarnya.

Hasil evaluasi BBWSBS, ketersediaan air Waduk Gajah Mungkur dan sistem irigasi Colo masih dalam kondisi aman hingga pertengahan tahun. Tidak ditemukan indikasi kekeringan atau kekurangan pasokan air di saluran induk.

Kondisi ini menjadi dasar utama dalam kesepakatan, untuk tetap melayani kebutuhan irigasi hingga MT III. Namun tetap mempertimbangkan efisiensi dan ketersediaan air di bendungan dan saluran irigasi.

“Kondisi air sampai Juli ini masih cukup. Maka aliran air untuk MT III tetap dilayani. Tentunya dengan skema yang mempertimbangkan efisiensi dan prioritas,” imbuh Sarjanto.

Dalam rakor, juga disampaikan rencana pengerjaan lanjutan penutupan dike. Rencananya akan dilaksanakan awal September.

Mendukung proyek ini, elevasi Waduk Gajah Mungkur akan diturunkan ke level +131. Ini menjadi perhatian penting, karena akan berdampak pada debit air yang dialirkan irigasi Colo.

“Ini pentingnya sinergi lintas instansi dalam pengelolaan air irigasi, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu. Musim tanam sangat tergantung pada kepastian pasokan air. Dengan sinergi seperti ini, petani lebih tenang,” bebernya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menambahkan, BBWSBS menjamin tidak akan ada penutupan saluran irigasi secara total.

"Intinya, BBWS menjamin ketersediaan air bagi petani untuk tiga kali musim tanam. Jadi kemungkinan adanya penutupan saluran itu tidak terjadi," papar Bagas.

Apabila BBWS perlu melakukan kegiatan pemeliharaan saluran, maka waktu pelaksanaannya akan disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas pertanian. Pemeliharaan akan dilakukan saat petani tidak sedang membutuhkan air secara intensif.

"Kalau nanti ada pemeliharaan, waktunya akan dipilih yang tepat, saat petani tidak terlalu membutuhkan air. Jadi tidak akan ada penutupan total. Untuk MT III nanti, petani tetap aman mendapatkan pasokan air," tegasnya.

Lebih lanjut, Bagas mengungkapkan bahwa dari rapat di BBWS, didapat informasi bahwa kondisi tinggi muka air di Waduk Gajah Mungkur saat ini masih dalam kategori aman. Meski sedang memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca yang cenderung kemarau basah—dengan curah hujan yang masih terjadi meski tidak intens—turut membantu menjaga stabilitas volume air di waduk.

"Meskipun sekarang musim kemarau, tapi ini kemarau basah. Masih ada curah hujan walaupun tidak sering, namun ini cukup membantu menjaga tinggi muka air di Waduk Gajah Mungkur agar tetap aman," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, distribusi air ke wilayah pertanian di daerah aliran sungai (DAS) yang berada dalam kewenangan BBWS Bengawan Solo bisa berjalan normal. Petani bisa menjalani musim tanam ketiga dengan lebih tenang, tanpa dihantui bayang-bayang kekeringan.

"Kepastian pasokan air ini tentu menjadi semangat baru bagi petani dalam mendukung program nasional swasembada pangan. Pasalnya, keberhasilan tanam tiga kali dalam setahun sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup sepanjang tahun.

"Dengan dukungan ini, Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, terlebih dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika musim yang kian tak menentu," katanya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#bbwsbs #Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #balai besar wilayah sungai bengawan solo #Dam Colo #Penutupan Dam Colo