Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Normalisasi Sungai di Karangwuni Sukoharjo Diharapkan Atasi Banjir Dan Kekeringan

Iwan Kawul • Kamis, 10 Juli 2025 | 19:46 WIB
Normalisasi sungai aepanjang 960 meter di Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (10/7).
Normalisasi sungai aepanjang 960 meter di Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (10/7).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo tengah melakukan normalisasi aliran sungai sepanjang 960 meter di wilayahnya. Kegiatan ini dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Kepala Desa Karangwuni Hartono saat ditemui di lokasi normalisasi pada Kamis (10/7), menjelaskan bahwa kondisi sungai sebelum dinormalisasi sangat memprihatinkan. Lebar sungai yang semestinya menjadi jalur utama pembuangan air pertanian dan permukiman warga justru menyempit di banyak titik.

"Lebarnya itu bervariasi. Ada yang hanya 1 meter, ada yang 1,5 dan maksimal 2 meter. Rata-rata lebarnya sebelum dinormalisasi hanya sekitar 1,5 meter," ungkap Hartono.

Dalam kegiatan normalisasi ini, pemerintah desa mengerahkan dua unit alat berat ekskavator untuk melakukan pengerukan dan pelebaran sungai. Tujuan utamanya adalah memperlancar aliran pembuangan air dari area persawahan dan juga pemukiman warga.

"Manfaatnya sangat besar, terutama untuk petani. Aliran air bisa lancar, tidak menggenangi sawah. Selain itu, untuk satu kampung dengan sekitar 21 kepala keluarga, normalisasi ini penting karena sebelumnya kalau musim hujan pasti banjir, sampai masuk ke pekarangan dan sebagian rumah warga," terang Hartono.

Tak hanya mengatasi banjir, normalisasi sungai ini juga menjadi solusi alternatif saat musim kemarau. Saat aliran irigasi utama mengalami pengurangan debit, sungai yang telah dinormalisasi ini dapat dimanfaatkan petani untuk mengairi sawah mereka menggunakan pompa diesel masing-masing.

Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa sebelum normalisasi, sungai tersebut mengalami pendangkalan serius akibat sedimentasi dan penumpukan sisa-sisa batang pohon yang ditebang. Bahkan, aliran air sering tersumbat oleh rumpun bambu di sekitar bantaran sungai.

"Sebelumnya memang belum pernah tersentuh pengerukan atau normalisasi. Banyak batang pohon dan rumpun bambu yang menyumbat aliran air, akhirnya menyebabkan banjir saat musim hujan, terutama di sekitar bantaran sungai," jelasnya.

Pemerintah desa berharap setelah normalisasi selesai, aliran air akan lebih lancar dan warga tidak lagi mengalami banjir tahunan. Selain itu, sektor pertanian pun diharapkan semakin terbantu dengan adanya aliran air yang lebih optimal sepanjang tahun. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Normalisasi sungai desa karangwuni polokarto #Sungai desa karangwuni dikeruk