Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Yes! Sukoharjo Tambah Satu Desa Wisata Baru Di Kecamatan Weru, Siap Maju Kompetisi Level Provinsi

Iwan Kawul • Jumat, 18 Juli 2025 | 01:57 WIB

 

Produk inovatif dalam Gelar Desa Wisata Sukoharjo 2025 yang berlangsung di Gedung GP3D, Kamis (17/7).
Produk inovatif dalam Gelar Desa Wisata Sukoharjo 2025 yang berlangsung di Gedung GP3D, Kamis (17/7).

RADARSOLO.COM – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai program unggulan daerah. Salah satunya melalui Gelar Desa Wisata Sukoharjo 2025 di Gedung GP3D. Kegiatan ini sekaligus ajang seleksi desa wisata terbaik, untuk diusulkan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Disporapar Sukoharjo Setyo Aji Nugroho menjelaskan, kegiatan ini bagian dari program kerja rutin. Sebagai upaya membina dan mengembangkan desa wisata, agar siap bersaing di level provinsi.

“Ini bentuk komitmen kami untuk mencari desa wisata paling siap, paling potensial, dan layak dikirim mewakili Sukoharjo ke tingkat provinsi,” tegas Aji.

Kabar baiknya, tahun ini desa wisata baru bertambah di Kota Makmur. Yakni Desa Alasombo, Kecamatan Weru. Bupati Sukoharjo Etik Suryani dijadwalkan hadir dan secara simbolis akan menyerahkan surat keputusan (SK) pembentukan Desa Wisata Alasombo.

“Sehingga total desa wisata di Sukoharjo kini menjadi 21 desa,” beber Aji.

Disporapar mewajibkan seluruh desa wisata untuk mencatat dan melaporkan jumlah kunjungan wisatawan secara berkala. Data ini jadi indikator kinerja desa wisata, sekaligus dasar perencanaan bantuan dan dukungan dari pemerintah.

“Kunjungan wisata meningkat. Bahkan di beberapa desa wisata, tingkat hunian penginapan naik 40 persen. UMKM lokal juga merasakan manfaat langsung dari geliat wisata,” paparnya.

Tahun lalu, Desa Wisata Jangglengan, Kecamatan Nguter tembus 10 besar nasional. Prestasi ini menjadi motivasi kuat untuk kembali mengukir hasil serupa, bahkan lebih baik pada tahun ini.

Dari sisi pendanaan, desa wisata yang terpilih berpeluang mendapatkan bantuan keuangan dari Pemprov Jateng. Nilainya bervariasi, tergantung status desa wisata tersebut.

“Kalau rintisan dapat bantuan Rp 100 juta-Rp 500 juta. Kalau berkembang, bisa sampai Rp 1 miliar. Kami fasilitasi semaksimal mungkin agar bisa mengakses dukungan dana ini,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Desa wisata Alasombo diresmikan #desa wisata di sukoharjo #Disporapar Sukoharjo