RADARSOLO.COM-Sejumlah pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Kartasura mendatangi Mapolsek Kartasura, Senin (28/7/2025).
Kedatangan mereka untuk mengantar H (Hanief), 28, anggota Kokam Kartasura yang menjadi korban pembacokan dalam insiden tawuran yang diduga melibatkan kelompok gangster.
Hanief diserang saat melintas di kawasan Gembongan.
Baca Juga: Hendak Hadiri Pengajian, Anggota Kokam Kartasura Sukoharjo Malah Jadi Korban Tawuran Gangster
Tepatnya di depan rumah makan ayam goreng kawasan Kartasura, Minggu dini hari (27/7/2025) sekitar pukul 03.30.
Kala itu, Hanief dalam perjalanan menuju pengajian di Sidan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.
Hanief menjadi korban salah sasaran ketika sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam melakukan aksi brutal di wilayah Kartasura.
Usai mendampingi Hanief menjalani pemeriksaan, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kartasura Syahrurrohman Wakhid menyampaikan pernyataan sikap atas kejadian tersebut.
Pihaknya menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok gengster.
"Tindakan brutal dan tidak berperikemanusiaan ini tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga mencederai rasa aman dan nyaman masyarakat Kartasura secara keseluruhan," tegas Syahrurrohman.
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Kartasura bersama elemen masyarakat Kartasura menyatakan 5 poin tuntutan kepada aparat dan pemerintah daerah, yakni:.
1. Mengecam keras tindakan kekerasan oleh gangster terhadap anggota Kokam.
2. Meminta Polsek Kartasura segera mengusut tuntas kasus dan menangkap para pelaku.
3. Mendorong peningkatan patroli dan pengamanan di titik-titik rawan kejahatan.
4. Mengajak masyarakat bersatu melawan kekerasan dan mendukung aparat penegak hukum.
5. Meminta transparansi dari kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus.
Sementara itu, Komandan Kokam PDPM Sukoharjo Yusuf Faiqudin menilai, situasi keamanan di Kartasura semakin mengkhawatirkan.
Ia menyebut kejadian kekerasan serupa bukan kali pertama terjadi dan meminta Pemerintah Kabupaten Sukoharjo segera turun tangan.
“Kartasura dan Sukoharjo pada umumnya sudah tidak aman. Kami meminta Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo melakukan langkah pencegahan dan penindakan tegas. Jangan tunggu ada korban lagi,” tegas Yusuf.
Pihak Polsek Kartasura melalui Kanit Reskrim Ipda Sadikin mewakili Kapolsek AKP Tugiyo membenarkan bahwa laporan korban telah diterima.
Saat ini, penyelidikan tengah dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan rekaman CCTV dari lokasi sekitar kejadian.
“Kami masih mendalami kasus ini. Beberapa saksi telah dimintai keterangan dan CCTV di sekitar lokasi kejadian juga sudah kami kumpulkan,” ujar Ipda Sadikin. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono