RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo terus berupaya menggenjot swasembada pangan di Kota Makmur, melalui sistem pertanian modern. Salah satunya dengan pemanfaatan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama. Nah, supaya petani paham cara mengoperasikan, digelar pelatihan di Balai Benih Padi, Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Kamis (31/7).
Pelatihan diikuti 50 peserta dari 12 kecamatan. Terdiri dari petani milenial, petugas penyuluh lapangan (PPL), hingga mahasiswa magang.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, pelatihan ini untuk menjawab tingginya permintaan penggunaan drone. Sedangkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa mengoperasikan masih terbatas.
“Seiring tingginya minat petani dalam memanfaatkan drone, kami merasa perlu menyiapkan SDM yang mampu mengoperasikan secara tepat dan aman,” kata Bagas di sela pelatihan.
Bagas menambahkan, drone tidak hanya mempercepat proses pemupukan dan penyemprotan pestisida, namun juga mengurangi kontak langsung petani dengan bahan kimia. Ini diklaim sangat efisien dan ramah lingkungan.
Sebagai catatan, distankan memiliki empat unit drone. Tiga di antaranya pengadaan dari APBD Sukoharjo. Sedangkan satu unit lainnya dari program corporate social responsibility (CSR).
“Drone bisa digunakan kelompok tani secara gratis. Petani cukup mengajukan permohonan melalui PPL masing-masing. Bahkan jika kebetulan masih ada stok pupuk atau pestisida, bisa dipakai gratis juga,” imbuh Bagas.
Sementara itu, distankan terus berupaya mendorong transformasi teknologi di sektor pertanian. Harapannya, produktivitas dan efisiensi kerja di lapangan meningkat.
“Petani milenial harus menjadi pioner dalam adaptasi teknologi pertanian modern. Pelatihan seperti ini akan rutin kami lakukan, untuk menjangkau lebih banyak operator drone di masa mendatang,” beber Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto