RADARSOLO.COM – Di tengah gempuran bendera bertema anime One Piece, warga Dusun Jetis RT 2 RW 9, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo justru memilih jalur berbeda. Mereka mantap mengibarkan bendera Merah Putih jelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.
Tercatat 320 tiang bendera berdiri gagah di jalanan desa. Masih ditambah bendera sepanjang 1,5 kilometer (km), lengkap dengan 80 buah umbul-umbul.
Tak mengherankan Bupati Sukoharjo Etik Suryani meresmikan kawasan itu sebagai Kampung Jetis Merah Putih, Selasa (12/9). Dia juga mengimbau warga agar memasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sepanjang Agustus. Sebagai wujud menyemarakkan HUT kemerdekaan.
“Jetis Merah Putih ini luar biasa. Mudah-mudahan ini bisa jadi teladan untuk masyarakat di sekitar Desa Pondok dan Sukoharjo,” kata Etik.
Tokoh masyarakat Jetis Juni Anggraswadi menambahkan, persiapan pemasangan bendera sudah dimulai sejak awal Juli. Semua warga dilibatkan.
“Ada yang memotong bambu, menjahit kain, dan menancapkan tiang bendera. Tujuannya membangun jiwa nasionalisme di bulan kemerdekaan. Serta menjalin kebersamaan antarwarga agar guyub rukun,” ujarnya.
Siapa sangka, ide ini memecahkan rekor Muresko (MURI versi Sukoharjo) sebagai penghargaan ke-476. Penggagas Muresko Anton Bimo Kokor Wijanarko menyebut, bahwa kekompakan warga Jetis menjadi kekuatan utama.
“Ini membuktikan banyak orang masih cinta Republik Indonesia. Semoga tahun depan bisa ditambah dengan karnaval desa,” bebernya.
Di tengah tren bendera One Piece, Dusun Jetis memberi bukti bahwa Merah Putih tetap mempesona. Dengan diresmikannya Kampung Jetis Merah Putih, semangat persatuan di pedesaan kembali membara.
“Di sini bendera bukan sekadar kain berwarna, melainkan simbol harga diri bangsa. Warga Jetis membuktikan, Merah Putih harus selalu berkibar paling tinggi,” ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto