Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dorong Swasmbada Pangan, Libatkan Masyarakat Awasi Sumber Daya Perikanan Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Kamis, 14 Agustus 2025 | 00:49 WIB

 

Warga menjaring ikan di Kali Samin, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang airnya tercemar limbah, belum lama ini.
Warga menjaring ikan di Kali Samin, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang airnya tercemar limbah, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo terus berupaya menjaga kelestarian sumber daya ikan air tawar. Salah satunya mendorong peran kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas). Masyarakat diimbau melaporkan, jika ada indikasi pelanggaran kelestarian sumber daya perikanan.

Imbauan ini mencuat dalam rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (13/8). Kegiatan ini juga menhadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo.

Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, bidang perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Terutama mewujudkan swasembada pangan dan penyediaan makanan bergizi.

“Pemerintah punya program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui. Program ini pasti akan meningkatkan permintaan terhadap produk perikanan yang sehat dan berkualitas,” kata Bagas.

Menurut Bagas, keberhasilan program MBG juga bergantung pada kelestarian sumber daya perikanan. Di sinilah pentingnya peran pokmaswas di lapangan. Termasuk mencegah praktik-praktik ilegal seperti destructive fishing maupun pelanggaran peraturan daerah.

“Pokmaswas adalah garda terdepan yang peduli terhadap kelestarian perikanan. Jika menemukan indikasi pelanggaran, seperti meracuni sungai atau setrum ikan, segera lapor ke dinas terkait,” tegas Bagas.

Sementara itu, petugas dari dinas terkait memiliki kewenangan melakukan penyidikan, pengawasan, hingga penindakan hukum terhadap pelanggaran di bidang perikanan. Sehingga komunikasi yang baik antara pokmaswas dan dinas terkait, menjadi kunci efektivitas pengawasan.

Bagas berharap rakor ini mampu menambah wawasan, semangat, dan komitmen anggota pokmaswas dalam menjaga kelestarian perikanan di Kota Makmur. “Mari bersama-sama menjaga sumber daya perikanan, demi keberlanjutan pangan di masa depan,” pesannya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #distankan sukoharjo #sumber daya perikanan sukoharjo