Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perbandingan Upacara HUT RI di Sritex saat Masa Jaya dan Pasca Digulung Gelombang PHK, Eks Karyawan: Dulu Sangat Meriah, Sekarang di Luar Pagar

Iwan Kawul • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:49 WIB
Upacara HUT RI di Sritex digelar secara meriah pada 2020. Foto kanan, upacara HUT RI di Sritex pada 2025.
Upacara HUT RI di Sritex digelar secara meriah pada 2020. Foto kanan, upacara HUT RI di Sritex pada 2025.

RADARSOLO.COM-Di bawah langit pagi yang cerah, bendera Merah Putih mini  dikibarkan di depan gedung megah PT Sritex, Minggu (17/8/2025).

Kali ini, tak ada lagi ribuan karyawan berseragam di lapangan upacara.

Hanya puluhan mantan pekerja yang berdiri dengan hati berat, mencoba menahan haru.

Mereka adalah orang-orang yang pernah mengabdikan hidupnya puluhan tahun di perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu.

Setelah pabrik dinyatakan pailit dan ribuan pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), upacara HUT Kemerdekaan ke-80 terpaksa digelar di luar pagar—di depan gedung yang dulu menjadi saksi keringat dan pengabdian mereka.

Suasana berubah sendu ketika lagu "Tanah Airku" dinyanyikan bersama. Beberapa di antara mereka tak kuasa menahan air mata.

Sembari menggenggam bendera Merah Putih kecil, kenangan masa lalu seolah kembali hadir.

Mereka teringat perayaan kemerdekaan yang megah di dalam pabrik, dengan barisan Paskibra karyawan, parade defile berbalut kostum Solo Batik Carnival, hingga kehadiran tamu asing yang ikut larut dalam semangat kemerdekaan.

“Sedih, karena biasanya di dalam. Tahun ini di luar,” ujar lirih Siti Aminah, salah satu mantan pekerja yang 19 tahun mengabdi di bagian garment.

Suaranya bergetar, mengingat kembali masa-masa penuh kebersamaan dengan rekan kerja.

“Kenangan banyak. Biasanya Agustus gini ada lomba, ada defile. Rasanya masih terbayang jelas,” tambahnya.

Baca Juga: DPRD Klaten Bentuk Panitia Khusus, Percepat Pembahasan Empat Raperda Ini

Perjuangan dan Harapan untuk Merdeka Finansial

Meskipun demikian, Siti menyimpan harapan besar. Ia dan kawan-kawannya bermimpi suatu saat bisa kembali bekerja di pabrik yang pernah menjadi rumah kedua.

“Semoga tahun berikutnya bisa bekerja lagi dan melaksanakan upacara di dalam seperti tahun-tahun kemarin. Kami semua ingin kembali bekerja di Sritex,” ucapnya penuh doa.

Sementara itu, kuasa hukum eks karyawan PT Sritex Machasin Rohman menegaskan, upacara ini bukan sekadar ritual peringatan HUT RI, tapi juga simbol jeritan hati para mantan pekerja.

“Ini bentuk keprihatinan. Sampai hari ini hak-hak eks karyawan belum terpenuhi. Jadi meskipun bangsa ini merayakan kemerdekaan, eks karyawan Sritex belum merdeka karena belum mendapat pesangon mereka,” tandasnya. (kwl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#upacara #phk #Sritex #hut ri #eks karyawan