RADARSOLO.COM – Dua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) resmi beroperasi di Kecamatan Polokarto, Selasa (19/8). Lokasinya masing-masing di Desa Pranan dan Desa Polokarto. Nantinya, dua SPPG ini mampu memasok makan bergizi gratis (MBG) kepada lebih dari 6.000 siswa.
Camat Polokarto Herry Mulyadi menjelaskan, dua SPPG ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak-anak. Rencananya, sebentar lagi akan ada tambahan dua unit SPPG lainnya.
“Kami mengingatkan seluruh penyedia MBG atau SPPG, agar selalu menjaga pola menu, kebersihan bahan baku, serta kebersihan dapur. Kandungan nutrisi harus diperhatikan, pendistribusian tepat waktu, dan setiap tahap harus dievaluasi. Mengingat banyaknya kasus keracunan masal, dan aspek keamanan pangan menjadi prioritas,” tegas Herry.
Kepala Desa (Kades) Pranan Sardjanto menambahkan, SPPG Merdeka Pranan melayani enam desa di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban. Meliputi Desa Pranan, Bugel, Karangwuni, Ngombakan, dan Bakalan. Termasuk Desa Laban di Mojolaban.
“Total ada 36 sekolah dengan penerima manfaat 3.440 siswa. Hari ini merupakan hari pertama beroperasi setelah melalui persiapan selama tiga bulan,” kata Sardjanto.
SPPG ini dijalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang menggandeng yayasan dan pihak swasta. Kontrak kerja berlangsung setahun dan berpotensi diperpanjang.
“Karena keterbatasan dana dan SDM, proses ini membutuhkan konsentrasi luar biasa. Kami harus mencari investor dan tenaga kerja memadai. Alhamdulillah, sekarang ada 50 pekerja yang semuanya warga Desa Pranan. Karena syarat pekerja wajib dari sini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sanggar Pawon Nusantara Wawan Gunanto mengaku SPPG Dapur Mandiri melayani enam desa. Mulai dari Desa Bulu, Polokarto, Rejosari, Genengsari, Kayuapak, dan Jatisobo.
“Totalnya ada 58 sekolah dengan penerima manfaat sebanyak 3.414 siswa. Hari ini juga mulai beroperasi bersama SPPG Merdeka Pranan,” jelas Wawan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto