Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lahan Warga Tawangsari Sukoharjo Hilang Digerus Sungai Bengawan Solo, BBWSBS Baru Terjun Setelah Disentil Bupati Etik Suryani

Iwan Kawul • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:10 WIB

 

Bupati Sukoharjo Etik Suryani tinjau lahan di tepian Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, belum lama ini.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani tinjau lahan di tepian Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Drama panjang warga Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, melawan keganasan arus Sungai Bengawan Solo akhirnya mendapat titik terang. Setelah bertahun-tahun tanah mereka tergerus hingga ratusan meter, bahkan rumah lenyap, kini satu unit alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) diterjunkan ke lokasi.

Itu pun dilakukan BBWSBS setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjun ke lokasi lahan warga yang terdampak, belum lama ini. Sentilan keras dari Etik membuat BBWSBS bergerak cepat.

“Sudah lama warga gelisah tapi tidak ada respons. Baru setelah ibu bupati turun ke lapangan dan menegur langsung, alat berat akhirnya datang,” kata Kepala Desa Pojok Tukiman, Senin (25/8).

Padahal sebelumnya, warga harus swadaya. Dari 26 RT di Desa Pojok, terkumpul hampir Rp 30 juta. Dana itu dipakai untuk operasional alat berat pinjaman dari Kodim 0726/Sukoharjo. Tak hanya itu, warga dan TNI berjaga 24 jam di lokasi demi mencegah abrasi makin meluas.

“Tanah yang hilang panjangnya 600 meter, lebarnya lebih dari 100 meter. Sertifikatnya masih ada, tapi lahannya sudah digerus Sungai Bengawan Solo. Dulu pernah dipasang bronjong, tapi sudah hilang,” kata Tukiman.

Kini, fokus pengerjaan fokus pada pengerukan sedimentasi sepanjang 400 meter. Hasil pengerukan akan ditumpuk kembali di daratan, untuk mengembalikan lahan warga sekaligus menahan arus sungai.

“Warga benar-benar berterima kasih pada ibu bupati. Tanpa beliau menyentil, mungkin sampai sekarang tidak ada bantuan dari BBWSBS,” tandasnya.

Sebelumnya, Etik Suryani meninjau infrastruktur di dua titik di Kecamatan Tawangsari pada Jumat (22/8). Lokasi pertama yang dipantau yakni pengerjaan normalisasi Sungai Bengawan Solo. Dilanjutkan peninjauan di Desa Dalangan, Tawangsari, yang sempat viral beberapa hari terakhir.

Di Sungai Bengawan Solo, Etik menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang secara swadaya melakukan normalisasi sungai. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi banjir ketika musim hujan.

"Saya didampingi camat Tawangsari, ingin melihat pengerjaan normalisasi di Sungai Bengawan Solo ini. Pengerjaan ini merupakan inisiatif dari masyarakat Desa Pojok, bersama-sama dengan swadaya menyewa alat berat untuk normalisasi," kata Etik.

Dengan inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tidak tinggal diam dan tetap membantu sesuai dengan anggaran kami.

"Karena ini sebetulnya kewenangan BBWSBS. Tetapi meski kami sudah bersurat, BBWSBS sampai detik ini tidak ada respons. Sehingga masyarakat berupaya untuk mengatasi sungai ini agar tidak mengakibatkan banjir," ucap Etik. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#bbwsbs #abrasi sungai bengawan solo #Bupati Sukoharjo Etik Suryani #sungai bengawan solo