RADARSOLO.COM – Setelah disentil Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) gerak cepat menanggapi tebing sungai di Kecamatan Tawangsari. Kepala BBWSBS Gatut Bayuadji bersama jajaran, bahkan meninjau langsung dua lokasi penanganan darurat di Desa Dalangan dan Desa Pojok, Selasa (26/8).
Di Desa Dalangan, perbaikan fokus pada tanggul Sungai Kedawung yang rawan longsor akibat abrasi. BBWSBS membangun turap sepanjang 45 meter, dengan ketinggian 4 meter. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari.
“Alhamdulillah alat berat sudah di lokasi dan pekerjaan dimulai. Harapannya, langkah darurat ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat, sebagaimana disampaikan ibu bupati saat meninjau sebelumnya,” kata Gatut.
Gatut menambahkan, setelah pembangunan turap selesai, peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan. “BBWSBS mendorong tindak lanjut berupa pembangunan jalan rabat beton. Termasuk pengadaan portal pembatas tonase.
“Sehingga bangunan bisa bertahan lebih lama dan benar-benar memberi manfaat,” imbuhnya.
Selanjutnya, Gatut dan jajarannya bergeser ke Desa Pojok. Di sana sedang dikerjakan normalisasi Sungai Bengawan Solo sepanjang 450 meter. Berupa pengerukan sedimentasi agar aliran sungai lebih lurus.
“Sehingga mengurangi potensi gerusan di tikungan luar. Kami berusaha maksimal dengan menambah alat berat, agar pekerjaan bisa dipercepat dan selesai sebelum musim hujan,” imbuh Gatut.
Langkah BBWSBS ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kepala Desa (Kades) Pojok Tukiman bersyukur ada normalisasi sungai.
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih. Kehadiran alat dari BBWSBS sangat membantu. Sehingga potensi abrasi bisa lebih terkendali,” ujarnya.
Tukiman juga mengapresiasi peran Pemkab Sukoharjo, anggota DPRD, serta jajaran TNI/Polri yang ikut mendorong kelancaran normalisasi sungai. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto