Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antrean Pangan Murah Di Pendapa Kecamatan Polokarto Mengular Sampai Halaman, Rela Antre Sejak Pagi Buta

Iwan Kawul • Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:32 WIB

 

Warga membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah di pendapa kantor Kecamatan Polokarto, Kamis (28/8).
Warga membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah di pendapa kantor Kecamatan Polokarto, Kamis (28/8).

RADARSOLO.COM – Halaman Pendapa Kecamatan Polokarto, Sukoharjo sudah dipadati ratusan warga sejak pagi buta, Kamis (28/8). Mereka berbaris rapi, mengantre jatah pembelian kebutuhan pokok yang dijual dengan harga murah. Program gerakan pangan murah (GPM) ini diinisiasi Dinas Pangan Sukoharjo.

Antrean GPM didominasi ibu-ibu rumah tangga. Melalui GPM, aneka kebutuhan pokok bisa didapat dengan harga di bawah pasaran. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, dan gula.

Kepala Dinas Pangan Sukoharjo Endang Tien mengatakan, kegiatan ini bagian dari fasilitasi distribusi (fasdis) pangan pemerintah. Bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, yang saat ini sedang merangkak naik.

“Kami laksanakan gerakan pangan murah degan berkeliling di 12 kecamatan. Setiap titik kami siapkan 1,5 ton beras, 300 kilogram (kg) telur, 300 kg gula, dan 500 liter minyak goreng,” jelas Endang, kemarin.

Endang menambahkan, selain stok dari dinas pangan yang diambil dari APBD, kebutuhan pokok juga dipasok Bulog. Berupa tambahan komoditas beras sebanyak 1,5 ton di tiap titik. Artinya, total ada 3 ton beras yang disediakan di Polokarto.

“Beras di sini kami jual Rp 57.500 per pak isi 5 kg, atau sekira Rp 11.500 per kg. Kalau di pasaran harganya Rp 13.000-Rp15.000 per kg Jadi ada selisih yang cukup meringankan masyarakat,” imbuhnya.

Tak hanya beras, selisih harga juga terasa pada komoditas lainnya. Telur ayam misalnya. Di pasaran harga telur menyentuh Rp 26.000 per kg. Sedangkan jika membeli di GPM, cukup merogoh kocek Rp 23.000 per kg.

“Gula dan minyak goreng harganya juga lebih murah Rp 2.000-Rp3.000 per liter, dibandingkan harga pasaran,” beber Camat Polokarto Herry Mulyadi.

Sementara itu, program GPM akan terus berlanjut. Setelah Grogol dan Polokarto, dalam beberapa pekan ke depan akan menyasar 2–3 kecamatan per pekan. Diharapkan masyarakat di Kota Makmur semuanya bisa merasakan langsung manfaat harga pangan yang lebih terjangkau.

“Saya sengaja datang sejak pukul 07.00. Saya sampai bawa dua kantong belanja besar untuk membeli beras dan telur. Alhamdulillah bisa dapat beras murah. Selisihnya lumayan, bisa untuk tambahan belanja dapur,” ujar Ika, 42, warga Polokarto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#gerakan pangan murah sukoharjo #gerakan pangan murah polokarto #dinas pangan sukoharjo