RADARSOLO.COM – Turnamen sepak bola Wonorejo Cup III kembali hadir di Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, 23 Agustus hingga 7 September 2025. Turnamen kali ini akan menghadirkan klub-klub terbaik di Solo Raya. Menariknya, tahun ini konsep yang diangkat berupa ketahanan pangan.
Kepala Desa (Kades) Wonorejo sekaligus Ketua PDPM Sukoharjo Yusuf Aziz Rahma menjelaskan, turnamen ini bukan sekadar tarkam. Melainkan hajatan bergengsi dengan nuansa bak Liga Champions Eropa.
Menariknya lagi, hadiah yang diperebutkan tidak main-main. Juara satu mendapat hadiah Rp 15 juta dari Rektor UMS Prof Harun. Juara dua Rp 10 juta dari Ketua PDM Sukoharjo Jumari. Sedangkan juara tiga bersama masing-masing Rp 4 juta dari saya,” jelas Aziz, kemarin (1/9).
Klub papan atas yang ambil bagian, di antaranya Samba Persada Sukoharjo, Kim Wonogiri, Putra Bengawan Sragen, Perseramang Boyolali, dan PSMTA Solo. Kemudian Pemenang Sukoharjo, Zettle Mayer Karanganyar, dan MJ Music Sukoharjo.
Klub-klub selain langganan juara di berbagai turnamen, juga diperkuat sejumlah pemain profesional. Baik yang pernah tampil di Liga 1 maupun Liga 2.
“Kami menyebutnya Liga Champions Solo Raya. Klub-klub yang tampil bergengsi dan sering mendatangkan pemain pro. Jadi pertandingan pasti seru dan berkualitas,” imbuh Aziz.
Tak hanya itu, doorprize menarik juga menanti bagi penonton beruntung. Mulai dari sapi, kambing, ayam, bebek, beras, minyak goreng, gula, dan sembako.
“Konsep ini mendukung program nasional ketahanan pangan. Jadi, penonton bukan hanya menikmati pertandingan, tapi juga berkesempatan membawa pulang hadiah,” jelas Aziz.
Tak hanya itu, panitia juga menyediakan doorprize tambahan berupa sepeda gunung, kipas angin, setrika, dan peralatan elektronik lain dari sponsor.
Sementara itu, babak final Wonorejo Cup III akan digelar Minggu sore (7/9). Masyarakat diimbau untuk hadir menyaksikan laga puncak, sekaligus meramaikan pesta sepak bola rakyat dengan nuansa berbeda.
“Ini bukan sekadar turnamen sepak bola, tapi pesta rakyat dengan konsep ketahanan pangan. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” papar Aziz. (sct/kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto