Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Serapan Gabah Tertinggi se Indonesia, Kukuhkan Sukoharjo Sebagai Lumbung Padi

Iwan Kawul • Kamis, 4 September 2025 | 00:19 WIB

 

Bupati Sukoharjo Etik Suryani panen padi di Desa Dalangan, Tawangsari, Rabu (3/9).
Bupati Sukoharjo Etik Suryani panen padi di Desa Dalangan, Tawangsari, Rabu (3/9).

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sukoharjo kian menahbiskan posisinya sebagai lumbung padi di Jawa Tengah. Dibuktikan dari realisasi serapan gabah yang tertinggi se tanah air. Hal ini disampaikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat panen raya di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Rabu (3/9).

Etik menjelaskan, capaian produksi dan surplus beras menguatkan ketahanan pangan daerah. Realisasi tanam padi periode Oktober 2024 hingga Agustus 2025 mencapai 50.527 hektare.

Dari luas tanam itu, tercatat produksi padi mencapai 214.823 ton pada Januari-Agustus 2025. Kemudian produktivitas padi di Desa Dalangan tembus 91,65 kuintal per hektare.

“Angka ini berkontribusi besar bagi penyediaan pangan di Jawa Tengah. Sukoharjo konsisten surplus beras setiap tahunnya,” kata Etik.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengalokasikan Rp 26,6 miliar dari APBD untuk mendukung peningkatan sarana budi daya, infrastruktur pertanian, hingga pemberdayaan petani.

Selain itu, bantuan rehabilitasi jaringan irigasi juga digelontorkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) senilai Rp 31,45 miliar. Sasarannya 54 titik di 38 desa di sembilan kecamatan.

Nah, memperkuat kesejahteraan petani, Etik menyebut harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) tahun ini sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg). Artinya, ada kenaikan 55 persen dibandingkan HPP sebelumnya.

Selain itu, pemkab bersama Kodim 0726/Sukoharjo dan Bulog Cabang Surakarta telah melaksanakan program serap gabah (sergab). Dari target 8.170 ton gabah dan 4.657 ton beras, realisasi hingga 31 Juli justru melampaui target.

“Gabah kering panen 14.668 ton (179 persen ), beras 2.314 ton (49,7 persen), dan setara beras 10.144 ton (112,5 persen). Realisasi sergab ini merupakan yang tertinggi se Indonesia,” tegas Etik.

Sementara itu, hadir dalam panen raya Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tiurmauli Silalahi. Menurutnya, Kota Makmur ditarget mampu menanam padi seluas 67 ribu hektare.

“Walaupun yang ditandatangani ibu bupati 60 ribu hektare, dari pusat kami tetapkan target 67 ribu hektare. Capaian hingga Agustus masih 50 persen. Namun masih ada empat bulan untuk mengejar. Kami optimistis bisa melampaui capaian tahun lalu,” ujar Tiurmauli. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#ketahanan pangan sukoharjo #swasembada pangan sukoharjo #sukoharjo lumbung padi