RADARSOLO.COM – Jajaran Polres Sukoharjo menggelar forum belajar bersama di aula mapolres setempat, kemarin (4/9). Giat ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menangani situasi darurat, khususnya pada kasus kecelakaan lalu lintas.
Forum menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo. Materi yang diberikan seputar pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan, forum ini menjadi sarana penting bagi personel kepolisian untuk menambah wawasan di luar aspek penegakan hukum. Sebab, polisi kerap menjadi pihak pertama yang hadir ketika terjadi kecelakaan lalu lintas atau situasi darurat lainnya.
“Polisi sering hadir di lapangan ketika masyarakat menghadapi musibah. Kalau personel dibekali kemampuan pertolongan pertama, bisa memberi bantuan yang tepat sebelum tenaga medis datang. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan, bisa sangat berarti, bahkan menyelamatkan nyawa,” kata Anggaito.
Hadir dalam forum, Kasi Pelayanan PMI Sukoharjo Aris Diyanto dan Indah. Mereka menyampaikan materi dasar hingga teknis seperti dasar-dasar PPGD.
Peserta diajak memahami langkah awal dalam menghadapi korban kecelakaan. Mulai dari penilaian keadaan, memeriksa kesadaran, memastikan jalan napas, hingga melaporkan kondisi korban. Aris menekankan, bahwa keselamatan penolong harus diutamakan sebelum menolong orang lain.
Selain itu, juga diberikan pelatihan basic life support dan CPR (resusitasi jantung paru). Personel mendapat pembekalan teknik RJP, mulai dari cara memeriksa nadi karotis, melakukan pijatan jantung dengan rasio 30:2 untuk dewasa, hingga penanganan pada anak dan bayi.
“Materi diperkuat dengan praktik langsung, agar anggota memahami langkah-langkah secara detail,” beber Aris.
Selain itu, juga ada materi perdarahan dan syok. Klasifikasi perdarahan mulai dari arteri, vena, hingga kapiler. Peserta juga diajari teknik menghentikan perdarahan dengan benar, penggunaan torniket, hingga perawatan korban syok.
“Penekanan diberikan pada pentingnya menjaga kebersihan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah infeksi,” sambung Indah.
Sementara itu, materi terakhir mengupas teknik membidai patah tulang atau cedera. Bidai berfungsi untuk menstabilkan bagian tubuh, mencegah kerusakan lebih lanjut, serta mengurangi rasa sakit.
Tidak hanya penyampaian materi, forum juga dilengkapi sesi praktik, tanya jawab, dan simulasi. Personel polres dipandu langsung oleh tim PMI untuk melakukan resusitasi jantung paru, menghentikan perdarahan, hingga membidai anggota tubuh yang cedera.
“Ilmu ini tidak hanya untuk mendukung tugas kepolisian, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Bisa jadi di jalan akan menjumpai korban kecelakaan. Dengan keterampilan ini, akan tahu apa yang harus dilakukan,” beber Kabag SDM Polres Sukoharjo Kompol Tiswanti.
Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Doohan Octa Prasetya menambahkan, forum ini penting diikuti oleh seluruh personel, bukan hanya unit lalu lintas.
“Masyarakat tidak melihat fungsi, mereka hanya tahu polisi. Jadi setiap anggota harus siap memberi pertolongan pertama kapanpun dibutuhkan,” tegasnya.
Forum Belajar Bersama ini menjadi wujud nyata transformasi Polri menuju institusi yang lebih humanis. Polres Sukoharjo ingin membangun personel yang tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan, tetapi juga sigap dan peduli dalam situasi kemanusiaan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto