RADARSOLO.COM — Musim kemarau tiba, namun dampaknya sudah mulai terasa di Kabupaten Sukoharjo. Ratusan kepala keluarga kini harus berjibaku mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo per Rabu (4/9) mencatat, sebanyak 283 kepala keluarga atau 824 jiwa di dua kecamatan terdampak kekeringan.
Untuk membantu kebutuhan warga, BPBD langsung menyalurkan 225 ribu liter air bersih dengan 45 tangki keempat desa.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menyebut dropping air bersih dilakukan di Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, serta Desa Karangwuni, Alasombo, dan Karanganyar di Kecamatan Weru.
“Musim kemarau ini baru berjalan, tetapi sejumlah desa sudah mulai kesulitan air bersih. Karena itu, kami bergerak cepat melakukan dropping air ke wilayah terdampak agar kebutuhan warga bisa terpenuhi,” jelas Ariyanto, Jumat (5/9).
Dari empat desa terdampak, Desa Kedungjambal menjadi penerima terbanyak. Sebanyak 186 KK atau 553 jiwa mendapat distribusi 25 tangki dengan total 125 ribu liter air bersih.
Sementara itu, Kecamatan Weru mendapat distribusi ke tiga desa. Rinciannya, Desa Karangwuni menerima 16 tangki (80 ribu liter) untuk 47 KK, Desa Alasombo mendapat 3 tangki (15 ribu liter) bagi 50 KK, dan Desa Karanganyar kebagian 1 tangki (5 ribu liter) untuk 5 KK.
Ariyanto menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kekeringan.
Dia tak menutup kemungkinan, jika kemarau berlanjut panjang, jumlah desa terdampak bisa bertambah.
“Jika warga membutuhkan bantuan air bersih, langsung lapor saja ke perangkat desa. Kemudian, perangkat desa bisa mengajukan permintaan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Sukoharjo,” pungkasnya. (kwl/nik)
Editor : Niko auglandy