RADARSOLO.SOM- Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.
Berkaca pada peristiwa yang terjadi di Sukoharjo, dalam sehari, Sabtu (6/9/2025), dilanda tiga peristiwa kebakaran di lokasi berbeda.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menimbulkan kerugian material dan membuat tim pemadam kebakaran harus bekerja ekstra.
Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono menjelaskan, tiga kasus kebakaran itu terjadi hampir beruntun, baik di siang maupun malam hari.
“Lokasinya berbeda-beda, mulai dari area produksi, lahan bambu, hingga sampah di lahan kosong. Semua berhasil kami tangani tanpa korban jiwa,” terang Margono, Minggu (7/9/2025).
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 15.46 di Dukuh Sengon, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.
Api membakar rumpun bambu setelah warga membakar sampah dan ditinggal.
Angin kencang membuat api cepat merembet hingga melalap area seluas 50 meter persegi.
Dua unit armada damkar dengan 9.000 liter air dikerahkan untuk pemadaman.
Peristiwa kedua terjadi malam harinya, pukul 22.20 , di belakang Hotel Grand Amanda, Telukan, Grogol.
Api berasal dari tumpukan sampah yang terbakar dan menimbulkan kepulan asap pekat.
Baca Juga: Mantan Bupati Sragen Mbak Yuni Diusulkan Jadi Ketua DPD PDIP Jateng
Satu unit armada dengan 6.000 liter air dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
Tidak lama berselang, kebakaran ketiga dilaporkan pukul 22.23 di Jombangan, Telukan, Sukoharjo.
Sebuah oven kayu produksi terbakar akibat tungku oven yang bocor.
Api sempat mengancam ruang produksi, namun berhasil dipadamkan setelah dua unit armada damkar dikerahkan dengan 6.000 liter air.
Luas area yang terbakar mencapai 20 meter persegi dengan estimasi kerusakan sekitar 70 persen.
Margono menegaskan, seluruh kebakaran berhasil ditangani dengan cepat.
Respons time rata-rata sekitar 15–18 menit dari pos damkar menuju lokasi kejadian.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah maupun menggunakan peralatan produksi berbasis api. Kelalaian kecil bisa berakibat kebakaran besar,” ujarnya.
Damkar Sukoharjo akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat kasus kebakaran sering terjadi akibat faktor kelalaian manusia dan kondisi cuaca yang kering. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono