Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waspada! Kebakaran Beruntun Semakin Sering Terjadi, Pabrik Tahu hingga Rumah Joglo di Sukoharjo Jadi Arang Dalam Sehari

Iwan Kawul • Selasa, 9 September 2025 | 02:48 WIB
Damkar Sukoharjo lakukan pendinginan di sebuah rumah kayu jati Dukuh Terban, Desa Jati, Kecamatan Gatak, Senin (8/9/2025).
Damkar Sukoharjo lakukan pendinginan di sebuah rumah kayu jati Dukuh Terban, Desa Jati, Kecamatan Gatak, Senin (8/9/2025).

RADARSOLO.COM-Dalam satu hari, di Kabupaten Sukoharjo diguncang empat peristiwa kebakaran, Senin (8/9/2025).

Api membara di wilayah Kecamatan Weru dan Gatak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Api berhasil dikendalikan berkat respons cepat petugas Damkar Satpol PP Sukoharjo bersama aparat terkait, relawan, dan warga.

Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, kebakaran pertama terjadi di rumah produksi tahu milik Harto di Dukuh Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, sekitar pukul 10.48.

Api diduga berasal dari bara tungku pembakaran yang belum benar-benar padam.

“Kebakaran menghanguskan sekitar 60 persen bangunan seluas 8x10 meter persegi dengan estimasi kerugian Rp30 juta. Kami kerahkan dua unit armada dengan 6.000 liter air,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, api kembali melahap sebuah rumah kayu jati di Dukuh Terban, Desa Jati, Kecamatan Gatak, sekitar pukul 13.05.

Penyebabnya, sisa bakaran sampah yang merembet ke bangunan kosong.

“Kebakaran ini menyebabkan kerugian sekitar Rp200 juta. Sebagian besar bangunan masih bisa diselamatkan karena petugas segera tiba di lokasi dengan satu unit pancar dan satu unit tangki,” jelas Margono.

Selain itu, peristiwa kebakaran juga terjadi lebih pagi, sekitar pukul 08.58 di rumah milik Adelia Agustina di Dukuh Ngepek, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru.

Api bersumber dari kebocoran selang gas saat hendak memasak.

Baca Juga: Kalahkan Zetle Meyer Lewat Drama Adu Penalti Di Final, Samba Persada Boyong Piala Wonorejo Cup III

“Api sempat menyambar regulator, tetapi bisa segera dipadamkan dengan cepat. Kerugian hanya sekitar Rp250 ribu,” terangnya.

Insiden keempat terjadi di rumpun bambu milik warga Legiyem di Dukuh Purworejo, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, sekitar pukul 12.10.

Api berasal dari pembakaran sampah yang ditinggal pergi.

“Kebakaran menghanguskan sekitar 20 meter persegi rumpun bambu dan sempat mengancam rumah warga. Namun segera bisa kami kendalikan dengan satu unit armada dan 3.000 liter air,” imbuh Margono.

Ia menegaskan bahwa keempat kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan warga dalam beraktivitas, khususnya yang berhubungan dengan api terbuka.

“Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, selalu memastikan tungku benar-benar padam setelah digunakan, serta rutin mengecek selang dan regulator gas. Pencegahan jauh lebih baik dibanding penanganan saat api sudah membesar,” tandasnya. (kwl)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kebakaran #pabrik tahu #rumah joglo #damkar sukoharjo