RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo ancang-ancang migrasi data sosial dan ekonomi. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini jadi acuan, akan dimigrasi ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah migrasi ini menjadi sorotan utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data DTSEN melalui aplikasi SIKS NG, yang digelar di Menara Wijaya, kemarin (9/9). Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam arahannya menegaskan, bahwa perubahan ini momentum penting untuk meningkatkan kualitas data. Sebagai acuan dalam program perlindungan sosial.
“DTKS telah lama menjadi sumber utama penentuan penerima bantuan sosial. Tetapi ke depan, dengan migrasi ke DTSEN, kami menginginkan data yang lebih akurat, efisien, terintegrasi, dan mudah diakses,” tegas Etik.
Etik menambahkan, DTSEN berbasis aplikasi SIKS NG migrasi ini juga memungkinkan proses pembaruan data dilakukan secara berkala. Sehingga tidak lagi bergantung pada data lama yang berisiko tidak relevan.
“Dengan sistem baru ini, penyaluran bantuan sosial akan lebih tepat sasaran dan transparan. Selain itu, data yang valid juga akan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan strategis dalam pembangunan,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Etik menekankan pentingnya peran para peserta bimtek. Karena mereka sebagai garda terdepan dalam mengumpulkan, menginput, dan validasi data di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap peserta benar-benar memahami penggunaan aplikasi SIKS NG. Partisipasi aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan, agar migrasi data lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Etik juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar migrasi data tidak sekadar formalitas. Namun betul-betul menghasilkan data tunggal yang bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Data yang valid akan memberi manfaat besar. Tidak hanya untuk bantuan sosial, tapi juga untuk pembangunan sosial-ekonomi di Sukoharjo secara menyeluruh. Inilah alasan migrasi DTKS ke DTSEN menjadi sangat strategis,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto