RADARSOLO.COM - Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mulai melirik potensi sawah terasering di Dukuh Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, untuk dikembangkan sebagai agro wisata.
Lokasi ini dinilai memiliki daya tarik kuat jika dikemas dengan konsep kreatif dan dikelola secara serius.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan pihaknya telah menggandeng Kelompok Tani, Petani Milenial serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Argaloka Sanggang untuk merintis pengembangan destinasi tersebut.
Menurutnya, pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penghasil pangan, tetapi juga bisa berkembang menjadi sektor wisata yang memberi nilai tambah.
“Pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen, tetapi juga bisa tumbuh menjadi pariwisata yang menghadirkan edukasi, keindahan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Bagas, Minggu (14/9).
Konsep wisata yang ditawarkan meliputi kafe dan gazebo bambu di tepi sawah, penyajian kuliner khas desa, hingga paket edukasi pertanian.
Pengunjung dapat belajar menanam padi, memanen hasil pertanian, maupun menikmati suasana pedesaan.
"Padi di Tawing juga merupakan padi semi organik, karena air irigasinya langsung dari mata air, belum terkontaminasi pestisida. Mengolah lahan juga masih manual, masih bergotong royong, belum menggunakan mesin pertanian. Ini merupakan potensi hasil pertanian yang luar biasa jika dikemas dengan baik, pasarnya masih terbuka," ujarnya.
Konseptor BUMDes Argaloka, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu Janu Hari Setiawan, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan empat unit usaha untuk mendukung ketahanan pangan.
Keempatnya adalah Argaloka Niaga yang mengurusi hilirisasi produk, Argaloka Farm untuk pertanian dan peternakan, Argaloka Tourism untuk paket wisata, serta Argaloka Café & Resto sebagai pusat kegiatan wisatawan.
“Destinasi sawah terasering di Dukuh Tawing akan menjadi salah satu unggulan Argaloka Tourism. Selain itu ada juga Omah Edukasi Tape, Omah Edukasi Legondo, dan Embung Cerme,” terang Janu.
Selain itu, juga Wisata petik Buah Premium Durian, Alpukat, Melon, Kelengkeng.
Untuk edukasi peternakan ada ayam petelur, kasih makan kambing dan kelinci, lalu edukasi budidaya jamur tiram dan pembuatan olahan jamur tiram.
Dengan dukungan pemerintah daerah, dan pemerintah desa petani milenial, dan BUMDes, Desa Sanggang diharapkan mampu tumbuh menjadi desa wisata berbasis pertanian yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keaslian alam dan budaya lokal. (kwl)
Editor : Nur Pramudito