RADARSOLO.COM – Investasi senilai Rp 2 miliar masuk ke Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Kerja sama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur dengan PT Sekawan Bersih Barokah ini terkait pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai jual.
Investasi ini mendapat apresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Abdul Haris Widodo. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam pembangunan desa secara berkelanjutan.
Namun, tiap desa juga dituntut memiliki program unggulan yang spesifik, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan. Selaras dengan visi bupati yang mengusung Smart Village dengan konsep “Satu Desa Satu Program Unggulan”.
“Dana desa yang sudah menjadi earmark, harus dikelola sebaik-baiknya. Harus transparan dan akuntabel,” tegasnya di sela penandatanganan MoU antara BUMDes Mulur dengan PT Sekawan Bersih Barokah, Kamis (18/9).
Direktur Utama PT Sekawan Bersih Barokah Muhammad Zain menambahkan, kerja sama ini terkait pengolahan sampah plastik jenis PET. Nantinya diolah menjadi produk cacahan plastik yang bernilai jual.
“Kerja sama ini membantu mengurangi sampah plastik. Dari sisi ekonomi, akan menambah penghasilan BUMDes sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Nanti kami akan bangun pabrik di area BUMDes Mulur, dengan kapasitas produksi 200 ton plastik PET per bulan,” jelasnya.
Menurut Zain, progres pembangunan pabrik sudah 90 persen. Ke depan, pihaknya juga akan mengakomodasi sampah dari desa-desa lain di Sukoharjo, bahkan hingga ke wilayah penyangga.
“Hasil olahan plastik nantinya akan kami distribusikan ke off-taker yang sudah bekerja sama dengan kami,” imbuhnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto