RADARSOLO.COM – Penggunaan strobo, sirene, hingga pengawalan patwal pada mobil dinas (mobdin) pejabat menuai pro dan kontra masyarakat. Cukup banyak mobdin pejabat yang dikawal patwal, meski tidak dalam keadaan darurat. Namun, ini tidak berlaku bagi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab Sukoharjo).
Sejak dilantik menjadi bupati Sukoharjo hingga saat ini, Etik Suryani dan jajarannya tidak pernah menggunakan strobo, sirene, maupun pengawalan saat dinas sehari-hari. Tak jauh beda dengan era bupati Wardoyo Wijaya yang tak lain suami Etik. Dulu selama menjabat dua periode juga menerapkan kebijakan serupa.
“Jalanan di Kabupaten Sukoharjo relatif lancar, jadi saya rasa belum perlu menggunakan pengawalan. Saya minta sopir bawa mobil seperti masyarakat lainnya. Pas lampu merah ya berhenti,” kata Etik.
Tak jarang saat perjalanan dinas ke desa-desa, mobilnya berhenti untuk menyapa masyarakat. Sehingga saat berhenti itu tidak menggangu arus lalu lintas. Namun, bukan berarti Etik tidak pernah menggunakan pengawalan.
“Kalau kondisi darurat dan sangat mendesak, misalnya menuju lokasi bencana atau hal sangat urgent lainnya, pengawalan diperlukan untuk kelancaran di jalan,” beber Etik. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto