Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gencarkan Upaya Pencegahan Keracunan Menu MBG, SPPG Di Sukoharjo Wajib Bersertifikasi: Pengawasan Diperketat

Iwan Kawul • Rabu, 24 September 2025 | 01:17 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seger Waras, Desa Menuran, Baki, Selasa (23/9).
Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seger Waras, Desa Menuran, Baki, Selasa (23/9).

RADARSOLO.COM - Kasus keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) ditemukan di sejumlah daerah di Solo Raya. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah, agar kasus serupa pada program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu tidak terulang.

Sebagai catatan, kasus keracunan masal dari menu MBG pernah menimpa Sukoharjo, Sragen, dan paling gres menyasar ratusan siswa SMAN 2 Wonogiri pada Kamis (11/9). Mengantisipasi kasus ini agar tidak terulang, pemerintah daerah di Solo Raya mulai memperketat pengawasan.

Di Sukoharjo, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat memberikan pengawasan ketat terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), sebagai penyuplai menu MBG. Berupa pengecekan rutin hingga pendampingan terhadap SPPG.

Ditemui saat inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Seger Waras, Desa Menuran, Kecamatan Baki, Selasa (23/9), Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo ingin memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG. Mengingat sasaran utama program ini adalah para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut Eko, sertifikasi dapur SPPG bukan sekadar formalitas. Melainkan indikator penting, bahwa dapur telah memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan. Sekaligus sebagai jaminan agar menu yang disajikan aman, sehat, serta bebas dari penyakit bawaan.

“Sertifikasi ini bukan soal memenuhi aturan. Dengan sertifikasi, artinya dapur sudah layak sesuai syarat yang disarankan. Itu penting, karena selain menjamin keamanan makanan, juga membangun kepercayaan publik. Orang tua yakin anak-anaknya mendapat makanan yang sehat,” kata Eko.

Eko menambahkan, SPPG harus memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang baik. Tidak hanya menjaga mutu makanan, namun juga memberi bukti kepada masyarakat, bahwa proses pengolahan benar-benar transparan dan tepercaya.

“Kami ingin masyarakat percaya dan yakin dengan program MBG. Karena itu, dapur SPPG di seluruh Kabupaten Sukoharjo harus memenuhi standar yang sama. Program ini bagus untuk masa depan anak-anak. Sehingga kalau ada kekurangan, perlu dicari solusinya agar terus berjalan baik,” imbuhnya.

Eko juga meminta dinas terkait untuk melakukan pendampingan dan pemeriksaan rutin. Sehingga potensi kesalahan dapat dicegah sejak awal. Selain itu, dia juga berharap tidak ada kasus keracunan atau masalah kesehatan yang muncul dari program MBG di Kota Makmur.

“Maka kami minta dinas terkait untuk terus melakukan pengecekan. Jangan sampai ada persoalan di lapangan. Dengan begitu Sukoharjo bisa memastikan, program MBG berjalan lancar dan aman,” tegasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#keracunan mbg #wabup sukoharjo #wabup sukoharjo sidak dapur mbg #wabup sukoharjo sidak sppg