RADARSOLO.COM - Polres Sukoharjo terus berupaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggotanya, tidak hanya dalam bidang penegakan hukum, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Forum Belajar Bersama dengan tema "Pemadaman Kebakaran di Lingkungan Rumah" yang digelar di Lapangan Presisi Polres Sukoharjo, Selasa (23/9) pagi.
Kegiatan Wakapolres Sukoharjo Kompol Pariastutik, para pejabat utama (PJU), perwira staf, anggota, ASN Polres Sukoharjo, serta empat orang personel Damkar Kabupaten Sukoharjo yang dipimpin oleh Rusdiyanto sebagai pemateri utama.
Dalam paparannya, Rusdiyanto menekankan bahwa kebakaran kerap kali dipicu oleh kelalaian kecil di rumah tangga, misalnya kebocoran gas LPG di ruang tertutup.
“Hal yang paling berbahaya adalah ketika gas sudah menyebar lalu ada percikan listrik atau api kecil, itu bisa langsung memicu ledakan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya langkah awal yang sederhana namun krusial: ketika mencium bau gas, segera buka pintu dan jendela untuk sirkulasi udara, baru setelah itu memastikan tidak ada sumber api atau listrik yang dinyalakan.
Selain itu, Rusdiyanto juga menyinggung soal kendali diri dalam situasi darurat. Panik, menurutnya, adalah reaksi alami.
Namun dengan bekal pengetahuan dan keterampilan, panik dapat ditekan sehingga langkah penanganan lebih efektif.
Materi kemudian berlanjut pada penjelasan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemadaman kebakaran, baik dengan peralatan sederhana maupun menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Petugas Damkar memperagakan teknik menutup api kompor dengan kain katun basah, hingga simulasi penggunaan APAR yang benar: membuka kunci, mengarahkan nosel sesuai arah angin, dan menyemprotkan ke titik api sampai benar-benar padam.
Tidak berhenti pada teori, seluruh peserta diajak melakukan praktek lapangan.
Personel Polres Sukoharjo mendapat kesempatan langsung mencoba teknik memadamkan api menggunakan kain basah maupun APAR.
Suasana terlihat penuh antusias, apalagi saat simulasi dilakukan berulang agar setiap anggota benar-benar memahami langkah teknis yang tepat.
Selain itu, tim Damkar juga menggelar latihan evakuasi (fire drill). Tujuannya agar anggota terbiasa mengenali jalur evakuasi serta prosedur penyelamatan ketika kebakaran terjadi, baik di kantor maupun di rumah.
Simulasi lain yang diberikan adalah penggunaan selimut api atau karung goni basah.
Teknik ini ditunjukkan dengan cara menutup api secara perlahan, bukan melemparkan, agar nyala api tidak semakin membesar akibat dorongan oksigen.
Kasat Samapta Polres Sukoharjo AKP Sri Haryanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis seluruh personel.
"Pelatihan ini kami gelar sebagai bekal pengetahuan agar anggota mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik dalam menghadapi kebakaran. Keterampilan ini tentu bermanfaat, bukan hanya di lingkungan kerja, tetapi juga bisa diterapkan di rumah masing-masing. Harapannya, risiko korban jiwa maupun kerugian materiil bisa diminimalisir," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa akan dijadwalkan secara rutin.
"Kesiapsiagaan dan keterampilan menghadapi situasi darurat adalah bagian dari tugas kepolisian dalam melindungi masyarakat. Semakin sering anggota berlatih, semakin tinggi pula kesiapan mereka," tambahnya.(kwl)
Editor : Nur Pramudito