RADARSOLO.COM – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca) Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ogah kecolongan kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG). Tercatat pengelola tujuh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diajak diskusi untuk mengurai masalah yang muncul selama penyaluran MBG, Rabu (24/9).
Diskusi dipimpin Camat Polokarto Herry Mulyadi. Didampingi kapolsek, dandim, serta perwakilan Puskesmas Polokarto. Hadir pula para kepala desa yang di wilayahnya memiliki SPPG.
Herry menjelaskan, langkah ini ditempuh untuk menyamakan persepsi. Sekaligus menjalin kesepakatan bersama mengenai tata kelola SPPG.
“Di Polokarto, setahu saya ada tujuh SPPG. Tiga sudah operasional, sisanya dalam proses. Semuanya kami ajak. Termasuk kepala desa dan kepala puskesmas,” kata Herry, kemarin.
Herry menambahkan, koordinasi diisi agenda pemetaan persoalan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan MBG. Salah satunya terkait penerima manfaat agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Kami ingin memastikan penerimaan MBG merata di seluruh sekolah di Polokarto. Tidak boleh ada yang dobel,” tegasnya.
Selain itu, forkompimca juga menekankan aspek kewaspadaan terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya keracunan menu MBG yang belakangan menimpa Kabupaten Wonogiri.
Dari koordinasi ini, diharapkan tata kelola SPPG di Polokarto berjalan lebih tertib dan transparan. Serta mampu memberikan manfaat optimal bagi siswa penerima program MBG.
“Kami juga harus tahu bagaimana tata kelola SPPG. Karena kalau ada masalah, wilayah ini yang pertama kali harus mengatasinya. Seperti puskesmas, mereka akan jadi pihak yang pertama turun ke lapangan jika ada kasus keracunan,” beber Herry. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto