RADARSOLO.COM – Musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin batik kain pantai di Desa Krajan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Cuaca cerah dan kering membuat proses penjemuran kain menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga produksi bisa meningkat.
Menurut Tarman, salah seorang warga setempat, musim kemarau memang menjadi momen paling ditunggu perajin.
“Proses pengeringan jadi lebih cepat. Selain itu, kualitas kain juga lebih baik karena bisa kering merata tanpa terhambat hujan,” jelasnya.
Dengan penjemuran alami, kain pantai batik dari Mojolaban memiliki keunikan tersendiri. Motif dan warna yang beragam semakin menonjol karena proses keringnya lebih sempurna.
Setiap harinya, industri kecil dan rumahan di desa ini mampu memproduksi hingga 2.000 meter kain. Namun, jumlah tersebut biasanya turun saat musim penghujan karena proses pengeringan menjadi lebih lama.
Tak hanya laris di pasar dalam negeri, batik kain pantai Mojolaban juga sudah menembus pasar ekspor. Beberapa negara tujuan di antaranya Brazil, Argentina, Malaysia, Filipina, dan Tiongkok. Keaslian motif, warna cerah, serta proses penjemuran manual menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen luar negeri.
Bagi perajin, musim kemarau berarti peluang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar. Penjemuran manual yang dilakukan di halaman rumah maupun lahan terbuka menjadi pemandangan khas setiap kali musim kemarau tiba di Mojolaban. (rif/bun)
Editor : Kabun Triyatno