RADARSOLO.COM – Inovasi pengelolaan sampah menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata terus dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari.
Melalui program desa wisata yang berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), BUMDes Mulur mengikuti pelatihan Penerapan Teknologi pada Bank Sampah melalui Program Zero Waste Tourism Kampung Wisata Proklim Pojok Asri Mulur, Jumat (26/9).
Pelatihan ini menjadi langkah konkret BUMDes Mulur dalam mewujudkan konsep zero waste tourism atau wisata tanpa sampah, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalin sinergi pentahelix, terutama dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pengembangan desa.
Manajer Pariwisata BUMDes Mulur Linda Tri Endah Mawarni mengatakan, kolaborasi dengan UMS ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan masyarakat.
Salah satu hasil nyata dari pelatihan tersebut adalah pemanfaatan botol plastik bekas yang diolah menjadi filamen, kemudian dicetak menggunakan teknologi 3D printing menjadi berbagai jenis suvenir.
“Pelatihan diikuti oleh perangkat desa, pengurus BUMDES Mulur, karang taruna dan perwakilan bank sampah," jelas Linda.
Dia menambahkan, keikutsertaan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Ini adalah bagian dari komitmen BUMDes Mulur untuk menjalankan konsep pentahelix, di mana pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, media, dan akademisi bekerja sama dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Melalui program Zero Waste Tourism ini, BUMDes Mulur berharap dapat menciptakan ekosistem wisata yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susanto