Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Panen Jagung Kuartal III Di Polokarto Sukoharjo Dongkrak Swasembada Pangan

Iwan Kawul • Senin, 29 September 2025 | 02:16 WIB
Panen jagung kuartal III yang dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (27/9).
Panen jagung kuartal III yang dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (27/9).

RADARSOLO.COM – Upaya mewujudkan swasembada jagung terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Setelah sebelumnya berhasil menstabilkan produksi beras, kini sektor pertanian jagung menjadi fokus utama pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian dan penyuluh pertanian.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan panen jagung kuartal III yang dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Sabtu (27/9).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, panen ini merupakan bagian dari agenda nasional yang digerakkan secara serentak oleh Kementerian Pertanian dan didukung penuh oleh kapolri. Sinergi lintas sektor tersebut bertujuan mempercepat pencapaian swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Panen jagung di kuartal ketiga ini memang sudah diagendakan oleh pimpinan, baik di Kementerian Pertanian maupun kapolri. Kami di daerah berkomitmen melaksanakan instruksi tersebut secara nyata. Setelah swasembada beras mulai kami capai, kini saatnya bersama-sama bergerak untuk mewujudkan swasembada jagung,” ujarnya.

Bagas menyebutkan, total luasan panen jagung pada kegiatan kali ini mencapai sekitar 27 hektare. Di lokasi kegiatan, yakni Desa Rejosari, terdapat sekitar 10 hektare lahan jagung yang dipanen secara serentak oleh petani bersama jajaran pemerintah dan aparat.

Hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal, tetapi juga akan disalurkan ke Bulog sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan jagung nasional.

“Hasil produksinya akan kami setor ke Bulog. Tujuannya untuk membantu pemerintah menyediakan cadangan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Ini adalah bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti arahan pusat dan memastikan kebutuhan peternakan tetap tercukupi,” lanjut Bagas.

Selain kegiatan panen, kolaborasi di lapangan juga terlihat dari peran aktif jajaran kepolisian. Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan, melalui bhabinkamtibmas turut mendukung penuh program pemerintah dengan terjun langsung memberikan pendampingan kepada para petani.

“Kami bersama penyuluh pertanian memberikan motivasi kepada masyarakat, agar lahan pekarangan yang tidak bisa ditanami padi bisa dimanfaatkan untuk menanam jagung. Ini adalah langkah nyata dari kolaborasi dan sinergi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Tak hanya sebatas penyuluhan, dukungan nyata juga diwujudkan dalam bentuk fasilitasi bantuan benih jagung kepada para petani. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong minat petani untuk melakukan intensifikasi penanaman jagung, terutama di lahan-lahan tidur atau pekarangan yang sebelumnya belum termanfaatkan.

“Kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tapi juga mendampingi petani dan mengupayakan bantuan benih. Harapannya, semakin banyak petani yang terdorong untuk menanam jagung sehingga produktivitas meningkat,” tambah Kapolres.

Program panen jagung kuartal III ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Sukoharjo dalam memperkuat sektor pertanian jagung. Dengan dukungan sinergis dari pemerintah daerah, aparat keamanan, penyuluh, dan petani, target swasembada jagung bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi langkah nyata menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#ketahanan pangan sukoharjo #panen jagung polokarto #panen jagung sukoharjo #Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #distankan sukoharjo #swasembada pangan sukoharjo