RADARSOLO.COM - Komitmen kuat dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG) terus diwujudkan di Kabupaten Sukoharjo. Kecamatan Baki misalnya, sudah tersedia empat unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi, dari total kebutuhan enam dapur.
Camat Baki Sutarto menjelaskan, empat dapur SPPG di wilayahnya melayani ribuan penerima manfaat. Salah satunya SPPG Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baki.
“Sudah ada empat dapur yang beroperasi. Tinggal tambah dua dapur lagi yang saat ini masih berproses,” kata Sutarto di sela peresmian SPPG PCM Baki, Rabu (1/10).
Koordinator pembangunan SPPG PCM Baki Sahono menambahkan, siap mendistribusikan makanan bergizi kepada 3.553 penerima manfaat. Terdiri dari pelajar jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).
SPPG PCM Baki berdiri di atas lahan seluas 730 meter persegi. Dilengkapi sarana penunjang untuk pengolahan serta distribusi makanan bergizi.
Dalam operasionalnya, lembaga ini melibatkan 50 personel yang terbagi dalam berbagai divisi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dari jumlah tersebut, tiga orang merupakan tenaga profesional yakni ahli gizi, kepala SPPG, serta akuntan yang berstatus PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dan digaji langsung dari pemerintah pusat.
“Kami mengutamakan profesionalisme dan akuntabilitas. Tenaga ahli gizi memastikan menu yang didistribusikan memenuhi standar kesehatan. Sedangkan akuntan dan kepala SPPG menjamin tata kelola program berjalan transparan dan tepat sasaran,” jelas Sahono.
Selain itu, SPPG ini diharapkan menjadi model pengelolaan pangan bergizi berbasis komunitas. Sahono berkomitmen menjalankan program dengan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk melibatkan unsur lokal dalam penyediaan bahan pangan dan pengolahan.
“Kami optimistis SPPG ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan status gizi anak-anak dan kelompok rentan di Kecamatan Baki. Dengan dukungan semua pihak, program ini diyakini mampu menekan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” urainya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto