Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Speling Melesat dan TB Express, Akseletasi Penurunan Kasus Tuberkulosis di Jateng

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Jumat, 3 Oktober 2025 | 23:50 WIB

 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tiga dari kanan) hadiri peluncuran sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional di Grand Mercure Hotel, Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (3/10/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tiga dari kanan) hadiri peluncuran sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional di Grand Mercure Hotel, Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (3/10/2025).

RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan program Speling Melesat dan TB Express, guna mengakselerasi penurunan kasus tuberkulosis (TB/TBC).

Speling Melesat merupakan akronim dari Dokter Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat.

Program prioritas Provinsi Jawa Tengah tersebut untuk memberikan layanan kesehatan paripurna kepada masyarakat dengan basis desa.

Dalam praktiknya juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.

"Hari ini kita melakukan kegiatan launching Speling Melesat dan TB Express yang tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi tetapi juga oleh pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit provinsi, kabupaten/kota, dan swasta," kata Luthfi saat peluncuran sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional di Grand Mercure Hotel, Solobaru, Sukoharjo, Jumat (3/10/2025).

Layanan program Speling ini di antaranya pemeriksaan ibu hamil dan kanker serviks oleh dokter spesialis obsgyn, tuberkulosis oleh dokter spesialis penyakit dalam/paru, kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kesehatan jiwa, dan stunting oleh dokter spesialis anak.

"Dokter spesialis kita turunkan ke desa-desa, lalu melakukan pengecekan kesehatan secara gratis dan paripurna," ujar gubernur.

Sebab, menurut Luthfi, salah satu indikator kemiskinan adalah layanan dasar kesehatan.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan mengangkat produktivitas.

Data Dinkes Jateng: 8,7 Juta Jiwa Terlayani CKG, Speling Melesat di 560 Desa, Temukan 9.140 Gejala TB

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 30 September 2025, sebanyak 8.791.904 jiwa telah terlayani CKG. Jumlah tersebut terbanyak se-Indonesia.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Berbaur dengan Ribuan Peserta Ramaikan Solo Run Fest 2025, Dukung Sport Tourism Tingkatkan Ekonomi

Adapun untuk program Speling Melesat sudah terlaksana di 560 desa se-Jawa Tengah dengan total 62.169 jiwa terlayani.

Sementara itu, dalam Program Speling Melesat juga terdapat TB Express.

Kegiatan tersebut merupakan terobosan untuk penemuan kasus tuberkulosis menggunakan alat X-Ray Portable Rapid Early Screening System.

Program ini bertujuan untuk mengakselerasi penurunan tuberkulosis sampai 50%.

"TBC di wilayah kita juga menjadi prioritas. Begitu kita dapatkan melalui X-Ray portable itu, kemudian diobati, diawasi secara berkala, dan dievaluasi sampai tuntas," jelasnya.

Sebab, berdasarkan Buku Saku Dinkes Jawa Tengah Triwulan II 2025, data tuberkulosis di provinsi ini estimasinya mencapai 107.488 kasus.

Sementara. Jumlah penemuan kasus tuberkulosis per 30 September 2025 sebanyak 63.398 kasus atau 58,98%.

Sementara, berdasarkan hasil program Speling Melesat, tercatat ada 9.140 orang teridentifikasi gejala tuberkulosis.

Dari jumlah itu, 1.847 orang telah melakukan rontgen thorax (dada) dengan 626 orang hasilnya sugestif. Sementara yang ditindaklanjuti dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 525 orang.

Sekjen Kemenkes: Angka Kasus TB di Indonesia Masih Tinggi, Target Nol Kasus Tahun 2030

Sementara itu, Sekjen Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengatakan, angka kasus tuberkulosis di Indonesia masih tinggi.

Maka, harus konsentrasi untuk menurunkan angka tersebut dengan target tahun 2030 menjadi nol kasus tuberkulosis.

"CKG dan Speling Melesat ini salah satunya mengecek apakah ada TB atau tidak. Kalau hasilnya positif kan sudah diketahui by name by address, kemudian kita lihat tindak lanjutnya. Termasuk cek orang di sekitar karena kita harus cegah penyebarannya," katanya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
gubernur jateng tuberkulosis TBC Ahmad Luthfi tb express SPELING Melesat