RADARSOLO.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di tingkat desa. Salah satunya dilakukan oleh BUMDes Bejo Mulyo, Desa Cabean, Kecamatan Bendosari, yang menginisiasi penanaman padi di lahan seluas sekira 5 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengapresiasi atas langkah yang diambil pemerintah Desa Cabean bersama BUMDes Bejo Mulyo.
“Kami melakukan tanam padi yang diinisiasi oleh BUMDes Bejo Mulyo, Desa Cabean, Kecamatan Bendosari. BUMDes menyewa lahan seluas sekitar 5 hektare untuk program ketahanan pangan. Selain mendukung program pemerintah, ini juga sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa,” ujar Bagas, Jumat (3/10).
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong desa-desa agar lebih kreatif mengembangkan potensi wilayah.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Dengan didampingi penyuluh pertanian, kita memetakan potensi kemudian melaksanakan kegiatan budidaya. Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kami mendorong agar BUMDes-BUMDes di Sukoharjo melaksanakan usaha sesuai dengan potensi yang ada, baik dari hulu sampai hilir di bidang pertanian,” terangnya.
Bagas menambahkan, dukungan kebijakan pemerintah mulai dari penyediaan pupuk, budidaya hingga penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk padi maupun jagung, menjadi jaminan bagi petani maupun BUMDes untuk memperoleh kepastian pasar.
“Saya yakin ini akan menghasilkan keuntungan. Apalagi dengan adanya kebijakan harga yang sudah ditetapkan, hasil panen petani memiliki kepastian pembelian,” jelasnya.
Dia berharap langkah BUMDes Bejo Mulyo ini bisa menjadi contoh bagi BUMDes lain di Sukoharjo.
“Kami akan terus mendorong BUMDes agar memiliki kreativitas dalam mengembangkan potensi sesuai kondisi wilayah masing-masing. Ini contoh menarik yang bisa ditiru, karena di beberapa desa lain di Sukoharjo juga sudah mulai melaksanakan hal serupa,” pungkas Bagas. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susanto