Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cegah PMK, Kembangkan Digitalisasi Perdagangan Ternak Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Senin, 13 Oktober 2025 | 01:12 WIB

 

Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban, belum lama ini.
Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Mencegah penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo kembangkan platform digital perdagangan hewan ternak.

Platform ini mencakup data asal usul dan status kesehatan ternak. Langkah ini diharapkan menjadi terobosan penting. dalam sistem pengawasan dan distribusi ternak di era digital.

Kepala Dispertan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya kasus PMK. Diduga PMK ini dari ternak luar daerah.

Melalui sistem digital, seluruh data terkait asal, riwayat kesehatan, hingga hasil pemeriksaan ternak dapat dilacak secara transparan.

“Saat ini teman-teman tim kesehatan ternak sedang mengembangkan platform digital marketing. Nantinya bisa diakses untuk memantau asal usul ternak dan status kesehatannya. Dengan sistem ini, kami ingin memastikan ternak yang beredar benar-benar sehat dan aman,” kata Bagas, Minggu (12/10).

Keberadaan platform ini akan menjadi jembatan antara peternak, pedagang, dan petugas kesehatan hewan. Masyarakat bisa mengetahui dengan cepat apakah ternak telah divaksin, bebas penyakit, dan bukan dari daerah endemik PMK.

“Selama ini perdagangan hewan di sukoharjo masih bersifat manual dan belum terintegrasi. Melalui sistem digital ini, kami ingin menghadirkan data yang real time dan mudah diakses. Sehingga rantai distribusi ternak lebih terpantau dan akuntabel,” ujarnya.

Selain pemantauan kesehatan ternak, sistem tersebut juga dirancang memiliki fitur promosi daring. Ini memudahkan peternak lokal dalam memasarkan produknya secara langsung ke pembeli.

“Nanti ada aplikasi. Karena nantinya juga bisa membantu peternak berjualan secara online, sekaligus memantau kesehatan ternak. Jadi manfaatnya ganda, ada edukatif dan ekonomis,” jelas Bagas.

Terkait penguatan teknologi informasi, ini bagian dari strategi dispertan dalam menekan penyebaran penyakit hewan. Serta upaya meningkatkan daya saing peternak.

“Intinya, kami ingin memastikan kesehatan ternak terjamin. Kami ingin memberikan peluang bagi peternak untuk naik kelas lewat teknologi digital. Dengan sistem ini, Jawa Tengah diharapkan bebas dari PMK,” tegasnya.

Baca Juga: Kerbau dan Garuda Raksasa Meriahkan Kirab Budaya Grebeg Penjalin Di Gatak Sukoharjo

Sementara itum, inovasi ini sedang dalam tahap pengembangan teknis oleh tim internal kesehatan hewan bersama tenaga IT. Uji coba lapangan akan dilakukan di beberapa kecamatan penghasil ternak, sebelum diterapkan secara menyeluruh.

“Target kami, platform ini bisa digunakan dalam waktu dekat. Nantinya, siapa pun baik peternak, pedagang, maupun petugas bisa mengakses informasi asal ternak hanya lewat HP,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #distankan sukoharjo #digitalisasi perdagangan ternak di sukoharjo #pencegahan pmk sukoharjo #wabah pmk sukoharjo