RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo menggagas sistem biosecurity otomatis di pasar hewan. Langkah ini sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan hewan, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular. Salah satunya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dispertan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, biosecurity merupakan serangkaian tindakan pencegahan melalui disinfeksi terhadap ternak, barang, maupun alat transportasi yang terlibat dalam mobilitas hewan. Mengingat selama ini disinfeksi masih memakai cara konvensional.
“Saat ini yang kami lakukan masih manual pakai hand sprayer oleh tim kesehatan hewan. Mereka menyemprot menggunakan disinfektan di area pasar hewan,” jelas Bagas, Senin (13/10).
Namun, Bagas menilai cara manual memiliki keterbatasan efisiensi dan jangkauan. Karena itu, dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sukoharjo, dispertan mengusulkan agar pasar hewan dilengkapi alat automatic spraying di pintu masuk.
“Pasar hewan merupakan kewenangan dinas koperasi, UMKM, dan perdagangan. Karena itu saya usulkan agar dipasang alat spraying otomatis di pintu masuk. Apalagi pasar hewan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD),” imbuhnya.
Menurut Bagas, automatic biosecurity ini bisa bekerja dengan dua sistem. Berupa sensor gerak atau sensor injak. Begitu kendaraan pengangkut ternak masuk ke area pasar, alat otomatis menyemprotkan disinfektan ke seluruh objek yang melintas.
“Ke depan kami ingin seperti itu, karena selama ini biosecurity-nya masih manual. Baik di kandang, di pasar hewan, maupun lokasi peternakan. Dengan sistem otomatis, semua bisa terdisinfeksi lebih merata dan efisien,” paparnya.
Penerapan biosecurity ini tidak hanya ditujukan bagi ternak. Bisa juga untuk alat transportasi, pengemudi, hingga peternak yang masuk ke kawasan pasar hewan.
“Semua yang masuk ke kawasan pasar hewan harus disemprot dengan disinfektan. Itu standar biosecurity. Jadi, nanti perlu sosialisasi juga kepada masyarakat. Terutama di pintu masuk transportasi ternak,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto