SUKOHARJO, Radar Solo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kebut rehabilitasi Pasar Hewan Sedayu di Desa Bulu, Kecamatan Polokarto. Rehab fokus pada perbaikan lantai dan tiang pancang pengikat hewan yang sudah rusak. Termasuk perbaikan talang, kanopi, dan pembuatan pintu gerbang.
Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Agus Poncowarno menjelaskan, kondisi Pasar Hewan Sedayu sebelumnya memprihatinkan. Lantai pasar rusak, sehingga pedagang dan pembeli kurang nyaman beraktivitas. Terutama ketika turun hujan.
Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Sukoharjo, Agus Poncowarno, menjelaskan bahwa kondisi pasar sebelumnya sudah cukup memprihatinkan. Lantai pasar yang rusak membuat pedagang dan pembeli merasa kurang nyaman saat beraktivitas, terutama ketika cuaca hujan.
“Besi-besi tiang pancang pengikat hewan juga banyak yang rusak, sehingga kurang aman untuk aktivitas jual beli hewan. Karena itu, rehabilitasi perlu segera dilakukan agar pasar kembali nyaman digunakan,” terang Agus, Rabu (15/10).
Pasar Hewan Sedayu merupakan salah satu pasar ternak di wilayah Polokarto. Lokasinya yang berada di tepi jalan utama Karanganyar–Wonogiri membuat pasar ini menjadi sentra aktivitas jual beli hewan ternak dari berbagai daerah sekitar.
Menurut Agus, pasar ini buka dua kali dalam sepekan, setiap hari pasaran Pon dan Legi, dengan kapasitas yang cukup besar, yakni 33 kios dan 132 los. Aktivitas perdagangan di pasar ini, hanya melayani jual beli kambing.
“Mulai hari ini sudah dilakukan pengecoran lantai pasar. Harapannya, pedagang bisa kembali berjualan dengan aman dan nyaman setelah pekerjaan selesai,” imbuhnya.
Pemerintah juga memastikan pelaksanaan rehabilitasi tidak mengganggu aktivitas jual beli secara signifikan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar sebagian area pasar tetap bisa digunakan pedagang.
“Kami tetap berupaya agar kegiatan ekonomi tetap berjalan, meskipun sedang ada perbaikan. Pasar hewan adalah denyut ekonomi masyarakat pedesaan, jadi kami jaga agar aktivitasnya tidak berhenti,” tutup Agus.
Rehabilitasi Pasar Hewan Sedayu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal berbasis perdagangan ternak di wilayah Sukoharjo. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto